3 Upaya Bunuh Diri di Facebook yang Berhasil Digagalkan

Fenomena memprihatinkan belakangan marak terjadi. Sejumlah orang menyiarkan langsung upaya bunuh diri lewat Facebook.

oleh Elin Yunita Kristanti diperbarui 18 Mar 2017, 12:30 WIB
Facebook Live

Liputan6.com, Jakarta - Pada 2010 lalu, Simone Back (42) memosting pesan terakhirnya di Facebook. Isinya, soal bunuh diri. "Menenggak semua pilku, akan mati dengan segera, selamat tinggal semua," demikian kalimat yang ia tuliskan pada pukul 10.53, tepat di Hari Natal.

Seperti dikutip dari Oddee, Sabtu (18/3/2017), alih-alih khawatir, beberapa dari 1.048 temannya di Facebook justru memposting pesan yang menyebutnya 'pembohong', lainnya hanya berkomentar, 'itu adalah pilihannya'.

Sejumlah teman dari luar kota berusaha menemukan alamat dan noor telepon Back, untuk menolongnya. Namun, gagal.

Tujuh belas jam kemudian, polisi mendobrak pintu flatnya di Montague Street, Brighton. Aparat menemukan, perempuan itu sudah tak bernyawa.

Belakangan, seiring kemajuan teknologi, sejumlah orang menyiarkan secara langsung upaya mereka menghabisi nyawanya sendiri.

Ada perempuan muda di China yang memosting detik-detik terakhirnya di Instagram. Ia memilih bunuh diri dengan melompat dari ketinggian lantaran patah hati.

Pada Januari 2017, Nakia Venant (14), seorang remaja panti asuhan di Miami gantung diri di kamar mandi dan menyiarkannya secara langsung di Facebook. Juga ada Erdogan Ceren (22) dari Duzici, Provinsi Osmaniye, Turki yang menembak dirinya pada Oktober 2016.

Erdogan Ceren melakukan aksi bunuh diri dengan menyiarkannya secara langsung melalui akun Facebook miliknya (Facebook)

Frederick Jay Bowdy (33), seorang aktor, juga menembak dirinya sendiri dalam tayangan Facebook Life pada Januari 2017 setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kejahatan seksual.

Belakangan, aksi bunuh diri seorang pria di Jagakarsa menggegerkan Indonesia.

Di era reality show seperti saat ini, sulit untuk membedakan apakah pengakuan atau upaya bunuh diri yang dilakukan seseorang serius atau sekedar perbuatan iseng belaka.

Namun, tindakan proaktif sejumlah pemirsa ternyata menghentikan upaya bunuh diri lewat Facebook. Berikut 3 di antaranya:

1. Upaya Bunuh Diri Model Seksi Hong Kong

Seorang model seksi di Hong Kong menyiarkan upayanya melakukan bunuh diri kepada para penonton di Facebook pada Senin malam, 16 Januari 2017. Ia memiliki sekitar 9.500 orang pengikut di situs jejaring sosial itu.

Ng Shuk Yi (28) tampak limbung dan ia membicarakan persoalan-persoalan pribadinya selama hampir 1 jam sebelum kemudian memanjat pagar pembatas suatu gudang di pinggir laut dan melompat, demikian menurut Apple Daily.

Dikutip dari Asia One, wanita cantik yang juga dikenal dengan nama panggung Yo Yo tersebut adalah seorang model freelance untuk HKBC Media.

Walaupun beberapa pengguna Facebook mencoba membujuknya, Ng bersikeras untuk mengakhiri hidupnya karena sedang menghadapi kesulitan. Ia mengaku "membenci dirinya sendiri."

Polisi, petugas pertahanan sipil, dan sejumlah rekannya bergegas menuju tempat kejadian di Kowloon tersebut.

Setelah berhasil diselamatkan, Ng Shuk Yi meminta maaf dan mengaku lupa tentang apa yang telah terjadi. (Sumber Asia One)

Ia berhasil diselamatkan dari upaya bunuh diri setelah ditarik keluar dari air oleh para anggota pemadam kebakaran dan dibawa ke rumah sakit.

Model diketahui itu menikah dengan seorang pria yang dikenal dengan nama panggilan Icy Yeung, demikian menurut informasi yang tertera pada laman Facebook miliknya.

Keesokan harinya, dari ranjang rumah sakit, ia melakukan siaran lagi melalui Facebook.

Kali ini, ia meminta maaf karena perilakunya dan mengaku menenggak alkohol sebelum kejadian tersebut.

Melalui video yang sama ia mengungkapkan penjelasan dokter tentang hipotermia yang dideritanya, sehingga ia tidak boleh langsung keluar dari rumah sakit.

Imbuhnya, "Saya minta maaf, sangat menyesal, tapi saya benar-benar lupa apa yang terjadi." Video upaya bunuh diri itu sendiri sudah dihapus dari Facebook.

2. Misteri Lokasi Bunuh Diri

Seorang petugas penerima pesan darurat di Alameda County, negara bagian California, membantu menyelamatkan nyawa seorang wanita yang baru saja mulai menyiarkan upaya bunuh diri melalui Facebook.

Sebuah pusat krisis di negara bagian Idaho, tempat tinggal wanita itu di masa lalu, berbicara dengannya dan menyangka pelaku sedang ada di Alameda County. Ternyata, wanita pelaku itu ada di New York. Negara bagian California berada di paling barat Amerika Serikat, sedangkan New York ada di Pantai Timur.

Petugas yang sigap mencari lokasi sebenarnya menggunakan kiriman sinyal telepon dari 3 tempat untuk menentukan keberadaan pelaku, yaitu di Rockville Center, di Long Island, New York.

Fitur Google ini secara tak langsung mengawasi pergerakan pengguna secara langsung

Ia kemudian mencocokkan keadaan sekitar yang tayang dalam video Facebook Life dengan informasi yang ada dalam Google Maps untuk memastikan jalan raya tempat pelaku.

Pihak berwenang kemudian menemukan wanita itu dalam keadaan tidak sadar dalam mobilnya, tapi nyawanya berhasil diselamatkan.

3. Bunuh Diri di Depan 18.000 Orang

Pada Agustus 2016, seorang remaja putri dari St. Paul, negara bagian Minnesota, mencoba melakukan bunuh diri dan menyiarkannya secara langsung melalui Facebook Live.

Fitur Audio Live yang baru diperkenalkan Facebook (sumber: facebook.com)

Kira-kira 18 ribu orang menyaksikannya. Dalam video, remaja itu mengaku telah menenggak minuman beracun.

Puluhan telepon menyampaikan pengaduan ke polisi. Dengan bantuan pemirsa, polisi dan tenaga medis akhirnya menemukan pelaku, lalu membawanya ke rumah sakit untuk ditangani.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya