Beasiswa dari Industri Rokok Buat Anak Jadi Terbiasa dengan Rokok

Industri rokok memang banyak memberikan beasiswa untuk pendidikan anak, sayangnya hal ini disertai dengan efek samping.

oleh Bella Jufita Putri diperbarui 09 Mar 2017, 16:30 WIB
Industri rokok memang banyak memberikan beasiswa untuk pendidikan anak, sayangnya hal ini disertai dengan efek samping.

Liputan6.com, Jakarta Bukan lagi hal tabu ketika perusahaan atau industri rokok di Indonesia berlomba-lomba memberikan program pendidikan yakni beasiswa di dalam dan luar negeri kepada anak-anak.

Namun, hal tersebut dianggap sebagai hidden agenda yang justru menghancurkan dan merugikan generasi bangsa Indonesia.

"Mengapa beasiswa itu diberikan dengan brand rokok? Pasti ada sesuatu di balik itu, sehingga anak-anak jadi menganggap rokok itu bagian dari kehidupan mereka," kata Badan Pengurus Yayasan Cahaya Guru, Henny Supolo Sitepu, dalam konferensi pers Demi Kesehatan Bangsa: Tokoh Perempuan Menolak RUU Pertembakauan, di Gedung Komnas Perempuan, Kamis (9/3/2017).

Henny menegaskan, jika industri rokok ingin memberikan dana beasiswa pendidikan, tak seharusnya perusahaan rokok menyantumkan nama produknya secara terang-terangan. Sebab, hal tersebut juga dinilai sebagai salah satu strategi perusahaan rokok untuk beriklan secara tidak langsung.

"Saya selalu mempertanyakan niat apa sebenarnya yang membantu anak, tapi menggunakan brand rokok. Mereka (brand rokok) ingin membiasakan anak-anak kita dengan rokok di kehidupan sehari-harinya, itu kan jahat," kata Henny dengan tegas.

Henny yang mewakilkan tokoh perempuan Indonesia dari bidang pendidikan, berharap penuh agar orangtua turut berperan dalam melindungi anak dari bahaya rokok. Tak hanya itu, ia berpesan agar anak Indonesia bisa menggunakan beasiswa dari yayasan atau lembaga dan instansi lain yang tidak disponsori oleh rokok.

"Untungnya ada beasiswa-beasiswa lain yang bukan dari brand rokok yang bisa dipakai oleh anak-anak," kata Henny.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya