Setop Kupas Kulit Sayuran Sekarang Juga

Masih sering mengupas kulit sayuran? Sebaiknya hal tersebut tidak Anda lakukan

oleh Fitri Syarifah diperbarui 09 Mar 2017, 06:48 WIB
Kupas sayuran. Foto: WellWire

Liputan6.com, Jakarta Masih sering mengupas kulit sayuran? Sebaiknya hal tersebut tidak Anda lakukan karena akan menghilangkan sebagian besar nutrisinya.

Begitu disampaikan ahli gizi bersertifikat dan diet, Mary Jane Detroyer, yang berbasis di New York. Ia mengatakan, manfaat sayuran juga ada pada kulitnya. 

"Kulit sayuran seperti kentang, wortel, dan mentimun memiliki banyak manfaat kesehatan. Ketika Anda mengupasnya, maka mayoritas nutrisi sayuran akan hilang," ujarnya, seperti dilansir Daily Mail, Rabu (8/3/2017).

Mentimun misalnya, dengan kulit hijau gelap mengandung antioksidan dan kaya vitamin K. Kulit kentang juga memiliki banyak nutrisi seperti besi, kalsium, kalium, magnesium, vitamin B6 dan vitamin C yang sering terbuang sia-sia. 

"Ketika orang-orang membuat mashed potato, seringkali mereka merasa harus mengupas kulitnya. Padahal setelah direbus, kulit kentang bisa dicampur saja," kata Detroyer.

Dia juga menambahkan bahwa kulit sayuran mengandung antioksidan yang tinggi sehingga mampu melawan radikal bebas. Radikal bebas adalah kelompok atom yang dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh ketika diproduksi secara berlebihan, seperti penyakit jantung.

Vitamin C dan E-- seperti yang ditemukan di banyak kulit sayuran ini melindungi tubuh dari radikal bebas dengan menetralkan mereka.

Sayuran berwarna seperti wortel dan paprika memiliki kulit dengan fitonutrien, yang mengandung antioksidan, anti-inflamasi dan meningkatkan kesehatan jantung. Sayangnya, masyarakat cenderung masih khawatir akan tingkat herbisida dan pestisida yang dapat ditemukan pada kulit.

"Tapi itu bisa dicegah dengan mencuci bersih sayuran," kata Detroyer. Banyak orang berpikir mereka harus menggosok sayuran dengan sabun dan air untuk menghilangkan bahan kimia, tetapi sebenarnya menggunakan air mengalir juga dapat menyingkirkan kotoran," katanya.

Jika masih khawatir, kata dia, Anda juga bisa mengunjungi situs Environmental Working Group untuk mencoba berinvestasi dengan menanam beragam produk organik.

Detroyer menambahkan, hal ini telah ia praktikkan dalam kehidupan sehari-harinya. Ia tidak berpikir ada efek bahaya dari mengonsumsi kulit sayuran. "Saya sering memanggang terong dengan kulitnya utuh. Pada akhirnya, saya selalu merekomendasikan bahwa Anda akan mendapatkan 50 persen manfaat nutrisi dari asupan harian Anda."

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya