Liputan6.com, Jakarta- Di awal Maret 2017, masyarakat Indonesia dihebohkan dengan kedatangan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud. Jakarta dan Bali menjadi dua kota yang akan disinggahi Raja Salman. Di Jakarta, Raja Salman melakukan serangkaian kegiatan mulai dari bertemu Presiden Joko Widodo, tokoh agama hingga berpidato di DPR.
Raja Salman hanya tiga hari berada di Jakarta, setelah itu beliau bersama rombongannya akan terbang ke Bali untuk berlibur disana. Rencananya Raja Salman akan menikmati keindahan Pantai Geger.
Advertisement
Rombongan Raja Salman yang datang ke Indonesia berjumlah lebih dari 1.000 orang. Raja Salman turut membawa para menteri dan pangeran Arab.
Para pangeran Arab ini tak hanya memiliki wajah menawan dan tajir, mereka juga cukup aktif terlibat di dunia olahraga. Ada setidaknya empat cabang olahraga yang dekat dengan keluarga para pangeran ini. Apa saja? Simak di halaman berikutnya:
1. Sepak Bola
1. Sepak Bola
Sebagai olahraga terbesar di dunia, sepak bola tentunya juga disukai oleh kalangan Kerajaan Arab Saudi. Ada beberapa pangeran Arab yang berkecimpung di dunia sepak bola dengan menjadi pengurus klub.
Salah satunya adalah Pangeran Abdullah bin Mosaad. Pada tahun 2013 lalu, Pangeran Abdullah membeli 50 persen saham klub sepak bola Sheffield United dan menjadi wakil chairman bersama Kevin McCabe.
Kemudian ada, Pangeran Abdul Aziz Bin Abdul Rahman Bin Nasser. Dia merupakan anggota kehormatan tim Al Nasr. Abdul Aziz Bin Abdul Rahman Bin Nasser pada tahun 2015 lalu dihukum larangan masuk stadion selama setahun.
Hukuman dijatuhkan karena Pangeran Abdul Aziz Bin Abdul Rahman Bin Nasser terlibat keributan di akhir pertandingan Liga Arab Saudi saat Al Nasr bertemu Al Hilal.
2. American Football
2. American Football
Tak hanya sepak bola, Pangeran Abdullah bin Mosaad juga menyukai American Football. Dia merupakan penggemar berat klub San Francisco 49ers. Pangeran Abdullah bin Mosaad jatuh cinta pada 49ers setelah menyaksikan Super Bowl XVI melalui layar televisi ketika sedang berada di Paris tahun 1981.