Pasukan Yonzipur Medan Dibatalkan Pergi ke NAD

Pasukan yang tergabung dalam Yonzipur 1 Kodam I Bukit Barisan Medan dibatalkan pergi ke NAD. Kodam Iskandar Muda Aceh membutuhkan lebih banyak pasukan.

oleh Liputan6Diterbitkan 07 Februari 2002, 08:33 WIB
Liputan6.com, Medan: Rencana keberangkatan 311 personel Batalyon Zeni Tempur 1 Kodam I Bukit Barisan Medan ke Nanggroe Aceh Darussalam dalam waktu dekat dibatalkan. Alasannya, peralatan penjinak bahan peledak pasukan tersebut tidak siap digunakan. "Bakal ada batalyon lain yang akan diberangkatkan,"kata Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Endriartono Sutarto pada saat Gelar Pasukan Prabakti TNI Daerah Rawan Aceh di Medan, Rabu (6/2) siang.

Pada saat melakukan inspeksi dalam gelar pasukan tadi, Endriartono menemukan kerusakan pada alat pendeteksi bahan peledak berupa charger, sehingga dinyatakan tak siap digunakan. Padahal, sejumlah 311 personel Yonzipur 1 Bukit Barisan itu mengaku siap diberangkatkan ke NAD. "Atas ketidaksiapan peralatan ini, mereka akan menerima sanksi," kata Endriartono, tegas.

Di tempat yang berlainan, Panglima Kodam Sultan Iskandar Muda Brigadir Jenderal TNI Djali Yusuf di Banda Aceh menyatakan, Kodam yang dipimpinnya masih menghadapi kendala jumlah personel organik. Idealnya, menurut Djali, Kodam Sultan Iskandar Muda harus memiliki enam batalyon, termasuk Yonzipur dan Batalyon Lintas Udara. "Ini sesuai tantangan yang ada di NAD," kata Djali.

Menurut Pangdam, saat ini, Kodam Sultan Iskandar Muda memiliki 10 ribu personel pasukan non-organik dan 10 ribu personil pasukan organik. Pasukan organik tersebar dalam tiga Batalyon Infanteri dan dua Resimen Komando. Sementara dua komando resimen yang dimiliki, masing-masing adalah Korem 011 Lilawangsa dan Korem 012 Teuku Umar, Banda Aceh. Rencananya, Korem Teuku Umar akan dikembalikan ke Meulaboh, Aceh Barat, tempat kedudukannya sebelum Kodam I Iskandar Muda dilebur ke Kodam Bukit Barisan pada 1985. Dengan kehadiran kembali Kodam Iskandar Muda, maka Komando Pelaksana Operasi (Kolaksops) TNI berubah menjadi Komando Operasi atau Koops dibawah komando Pangdam Sultan Iskandar Muda.(ZAQ/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya