Ini Pikiran Warga Korea Utara Saat AS Dipimpin Donald Trump

Warga Korut menyampaikan pikirannya terkait Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

oleh Andreas Gerry Tuwo diperbarui 21 Feb 2017, 15:00 WIB
Donald Trump jelang memberikan pidato pertamanya sebagai Presiden AS di Capitol Hill, Washington DC, AS, Jumat (20/1). Dikabarkan, Trump sendiri yang menulis dan menyusun pidato pelantikannya. (AFP Photo)

Liputan6.com, Pyongyang - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kerap kali berkomentar mengenai Korea Utara. Tapi apa yang ada di benak masyarakat Korut mengenai Orang Nomor Satu di Negeri Paman Sam tersebut masih banyak yang berlum diketahui.

Mencoba memencahkan teka-teki tersebut, media AS CNN, mewawancarai sejumlah warga sipil Korut. Beberapa warga itu ditemui di taman bermain kota Pyongyang.

Taman tersebut merupakan salah satu pusat aktivitas sehari-hari warga Ibukota Pyongyang. Di tempat itu, keluarga atau muda-mudi di negara tersebut berolahraga dan bercengkerama satu sama lain.

Tak mudah memang, mewawancarai warga Korut. Masyarakat di sana tidak terbiasa bertemu jurnalis asing terutama dari negara-negara barat.

Lebih parahnya lagi, karena akses ke dunia luar sangat terbatas maka dari itu jawaban kebanyakan orang terkait Trump pun sangat unik. Bahkan beberapa sosok menyampaikan mereka tidak peduli soal siapa yang memimpin AS.

Salah seorang warga bernama Yu Gwang-chol mengatakan, seluruh warga Korut tahu kalau pemerintahan AS telah berubah. Dari sebelumnya dipimpin Barack Obama sudah beralih ke Donald Trump.

Tapi, Gwang-chol mengatakan, mereka hanya tahu sebatas itu. Di luar hal tersebut adalah masalah tak penting baginya. Baginya AS hanya negara yang selau mengeluarkan kebijakan tidak adil untuk Korut.

"Kami tak peduli siap yang berkuasa di AS, intinya apakah mereka akan menghentikan kebijakan permusuhan mereka terhadap kami," sebut Gwang-chol seperti dikutip dari CNN, Selasa (21/2/2017).

Pernyataan serupa disampaikan teknisi komputer Park Chol-song. Ia mengatakan, Trump tak terlalu dipusingkan karena warga Korut lebih suka membicarakan apa yang terjadi di dalam negeri.

"Kami tak terlalu tertarik soal individu di AS. Kami punya keinginan hubungan lebih baik yang bisa dibina asalkan politikus AS menghentikan kebijakan anti-Korut," jelas dia.

Sama seperti dua koleganya, seorang perempuan yang bekerja sebagai guru di Pyongyang, Yu Bong-sak, mengatakan semua pemimpin AS sama saja. Mereka selalu membuat permusahan dengan Korut.

"Selama kami punya slogan kuat kami dipimpin Pemimpin Tertinggi Kim Jong-un, kami pikir kami akan menang dalam perjuangan kami di masa sulit di hubungan ke dua negara tersebut," ucap Bong-suk.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya