VIDEO: Andrew Forrest, Pendiri Global Freedom Againts Slavery

Andrew Forrest mendirikan Global Freedom Against Slavery yang tujuannya adalah mengajak bagi pebisnis lainnya mencegah perbudakan.

oleh Liputan6 diperbarui 21 Feb 2017, 09:02 WIB
Andrew Forrest mendirikan Global Freedom Against Slavery tujuannya adalah mengajak bagi pebisnis lainnya untuk mencegah perbudakan.

Liputan6.com, Jakarta - Di masa modern seperti saat ini, praktik perbudakan masih banyak terjadi di seluruh negara. Seorang pebisnis pertambangan sukses asal Australia Andrew forrest mendirikan Global Freedom Against Slavery. Tujuannya adalah mengajak bagi pebisnis lainnya untuk mencegah perbudakan di perusahannya.

Simak wawancara kami dengan Andrew Forrest seperti ditayangkan Liputan 6 Pagi SCTV, Selasa (21/2/2017):

Jenis perbudakan apa yang masih terjadi di abad modern seperti saat ini?

"Ada sekitar 46 juta orang yang artinya dua kali lipat populasi warga Australia yang saat ini hidup dalam perbudakan modern mereka tak punya kebebasan, diperjualbelikan layaknya hewan ternak bahkan lebih buruk"

Apa motivasi Anda mendirikan organisasi menentang perbudakan?

" Melalui anak perempuan saya Grace, saat ia berusia 16 tahun. Saya menemukan fakta ada warga Indonesia, India dan negara lain yang diperbudak di perusahaan saya. Saya langsung menghentikannya, saya mundur dari jabatan kepala eksekutif dan kini tergerak untuk memerangi perbudakan

Bagaimana upaya agar pelaku bisnis lain mengikuti jejak Anda?

"Jika pengusaha dan pemerintah bekerjasama, maka perbudakan akan berakhir. Ketika perbudakan berakhir, maka komunitas negara dan ekonomi meningkat. terima kasih"

Simak tayangan video Andrew Forrest selengkapnya dalam tautan ini. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya