Taman Air Mancur Sri Baduga Punya Rasa Kebhinnekaan

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengatakan bahwa warna warni yang tersaji dalam Air Mancur Taman Sri Baduga merupakan lambang kebhinnekaan.

oleh Liputan6 diperbarui 19 Feb 2017, 15:29 WIB
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengatakan bahwa warna warni yang tersaji dalam Air Mancur Taman Sri Baduga merupakan lambang kebhinnekaan.

Liputan6.com, Jakarta Peresmian Tahap III Taman Air Mancur Sri Baduga telah selesai digelar malam tadi Sabtu (18/2) kemarin. Taman yang bagian timurnya terletak di Jalan KK Singawinata ini tampil dengan software baru yang menyajikan 'Aqua Screen' dan terowongan air pada gerbang baratnya.

Sesuai jadwal, tepat pukul 19.30 WIB, Menteri Pariwisata Arief Yahya ditemani Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi tiba dipanggung kehormatan untuk melaksanakan peresmian.

Dalam pidato selamat datangnya untuk jajaran Kementerian Pariwisata yang mewakili Presiden Joko Widodo, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengatakan bahwa warna warni yang tersaji dalam Air Mancur Taman Sri Baduga ini merupakan lambang kebhinnekaan.

Konsep kebhinnekaan menurutnya harus teraplikasi dalam kehidupan sebagai bentuk pemeliharaan terhadap ragam kultur dan tradisi yang hari ini mampu diadopsi sebagai salah satu potensi pariwisata.

Taman Air Mancur Sri Baduga

"Kita tidak akan mampu melaksanakan konsep pembangunan secara ideal tanpa berpijak pada kultur dan tradisi dalam berkebudayaan, bangsa Indonesia terkenal karena kulturnya, karena kebhinnekaannya, ini bisa menjadi daya tarik pariwisata," katanya menjelaskan.

Gradasi warna Air Mancur Taman Sri Baduga, imbuh Dedi, merupakan hasil perenungan terhadap nilai kebhinnekaan yang eksis di kabupaten yang ia pimpin.

"Kalau tamannya sekedar taman bunga, itu biasa, kalau sekedar air mancur juga biasa, tetapi jika keduanya dikombinasi maka akan lahir keindahan, ternyata perbedaan itu, kebhinnekaan itu kini lahir di Purwakarta," imbuhnya.

Pernyataan pria yang selalu mengenakan pakaian khas Sunda itu diamini oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya, dalam sekapur sirih pengantar peresmian, Arief menyebut tradisi dan kebudayaan selain harus dilestarikan dalam perilaku kehidupan, juga memiliki nilai komersial kepariwisataan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya ditemani Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi

Menurut pria yang saat berbicara tak pernah lepas dari dialek bahasa Inggris tersebut, kedua hal itu harus berjalan beriringan, sebab budaya juga harus melahirkan sistem ekonomi untuk menghidupi masyarakatnya.

"Pariwisata hanya mampu hidup, saat di sebuah wilayah ada tradisi dan kebudayaan yang dipelihara, disana roda perekonomian mampu berputar, Purwakarta telah berhasil menghadirkan objek wisata yang melahirkan kesejahteraan untuk masyarakatnya," katanya menegaskan.

Dalam peresmian itu sendiri, hadir tak kurang dari 50 ribu masyarakat dalam dan luar Purwakarta. Sejak pukul 18.00 WIB mereka terpantau memadati gerbang pintu masuk di sebelah timur lokasi peresmian dan gerbang keluar di bagian barat Taman Air Mancur Sri Baduga.

Pengunjung juga terpantau menyemut di sepanjang jogging track di sekeliling taman air mancur yang pertama kali diresmikan pada akhir Tahun 2014 tersebut.

Adapun ribuan pengunjung yang tidak mampu sampai ke lokasi peresmian, terlihat menikmati wisata kuliner di area Tjeplak, Jalan KK Singawinata Purwakarta.

Powered By:

Kabupaten Purwakarta

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya