Pidato Lengkap AHY Akui Kekalahan di Pilkada DKI Jakarta

Agus juga menyampaikan ucapan selamat kepada pasangan Ahok-Djarot dan Anies-Sandi atas kemenangan sementara ini.

oleh TaufiqurrohmanDevira PrastiwiMuhammad Radityo Priyasmoro diperbarui 15 Feb 2017, 22:35 WIB
Agus Harimurti Yudhoyono meminta maaf kepada tim pemenangan, relawan, dan warga yang mendukung dirinya dan Sylviana, Jakarta, Rabu (15/2). (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta Calon Gubernur Agus Harimurti Yudhoyono mengakui kekalahannya bersama Calon Wakil Gubernur Sylviana Murni dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.

"Secara ksatria dan lapang dada saya menerima kekalahan di Pilkada DKI Jakarta," kata Agus di Posko Pemenangan Agus-Sylvi, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (15/2/2017).

Agus juga menyampaikan ucapan selamat kepada pasangan Ahok-Djarot dan Anies-Sandi atas kemenangan sementara ini.

"Saya dan Ibu Sylvi mengucapkan selamat kepada pasangan calon nomor dua, yaitu Bapak Basuki Tjahaja Purnama, serta pasangan nomor tiga, yaitu Bapak Anies dan Bapak Sandi," kata Agus.

Dalam pidatonya, Agus menghaturkan terima kasih kepada para konstituen yang telah memilihnya dan juga tim sukses yang sudah membantunya selama berkampanye.

Berikut pidato lengkap Agus:

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Salam sejahtera bagi kita semua. Hari ini kita telah melaksanakan pemungutan suara, pemilihan Gubernur DKI Jakarta dalam keadaan baik, aman, dan lancar. Namun, seperti hal kompetisi lainnya, pasti ada menang dan kalah, ada suka ada duka, itu realitas kehidupan.

Selama masa kampanye, saya menolak berpikir kalah. Karena saya punya prinsip pantang berpikir kalah sebelum perjuangan berakhir. Alasan lain, saya juga tidak mau menurunkan semangat relawan, simpatisan, tim pemenangan yang bejuang bersama kami.

Justru, saya memompa semangat juang, seringkali saya membakar semangat degan yel-yel yang saya pandu sendiri dalam kebersamaan. Itu semata demi memberi semangat teruatama bapak-ibu sekalian yang pagi, siang, dan malam bergerilya di lapangan.

Tapi hari ini tentu berbeda, secara ksatria dan lapang dada saya menerima kekalahan saya dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta ini, saya menerima kekalahan saya dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta ini.

Saya bersama Ibu Sylvi mengucapkan selamat kepada pasangan calon nomer 2, yaitu Bapak Basuki dan Bapak Djarot, dan juga pasangan nomer 3 Bapak Anies dan Bapak Sandi. Tadi saya sudah menghubungi Bapak Basuki dan juga Bapak Anies, tapi mereka masih ada kegiatan. Hal semata, saya mau ucapkan selamat.

Tentu, saya doakan siapapun terpilih jadi gubernur dan wakilnya agar sukses. Saya berharap bapak-bapak bisa bijaksana dan cinta, sayang kepada rakyat.

Saya juga ingin memohon maaf kepada pendukung dan konstituen Agus-Sylvi, saya belum bisa memenuhi harapan bapak-ibu semua.

Saya dan Ibu Sylvi mengucapkan terimakasih setinggi-tingginya, serta penghargaan dan apresiasi kepada seluruh tim pemenangan simpatisan, serta berbagai pihak yang ikut menyaksikan semua.

Saya bangga dengan seluruhnya, hingga sampai malam ini menunjukkan solidaritas dan semangatnya, betapa besar, tegar. Jangan kecil hati. Insya Allah semua ada hikmahnya.

Saya juga ucapakan terimakasih kepada pimpinan Demokrat, PPP, PKB, dan PAN yang telah mengusung saya sebagai calon Gubernur DKI Jakarta.

Dalam kampanye lalu, saya sudah sampaikan visi-misi program aksi jika saya terpilih. Itu nilai yang saya anut idealisme menjadi pemimpin, karena rakyat tidak sekadar materi tapi sejahtera lahir batin. Tapi Tuhan belum izinkan saya, saya yakini rencana Allah adalah lebih baik dari rencana manusia.

Secara pribadi, ke depan nanti saya akan tetap mendarmabaktikan hidup saya menuju Indonesia emas 2045. Tentu saya mengajak generasi muda untuk jangan takut gagal dan kalah.

Berbuatlah yang terbaik karena banyak yang bisa diperjuangkan generasi muda Indonesia. Terakhir, saya ucapkan terimakasih kepada keluarga, istri, saya Annisa dan Aira yang terus menemani saya.

Mohon maaf kepada Aira karena saya jadi jarang menemani keluarga. Sekali lagi pasti ini ada hikmahnya untuk keluarga kecil kita dan bangsa Indonesia.

Demikianlah semoga kita senantiasa dalam lindungan Allah, semoga siapapun terpilih, pemimpinnya amanah bagi warga Jakarta.

Saya mohon maaf bila keseharian saya ada tutur kata dan perilaku kurang berkenan. Kekurangan semua dari saya tapi jika ada klebihan pasti dari Yang Maha Kuasa.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya