Pilot Melantur, Pesawat Terlambat Terbang hingga 2 Jam

Pilot perempuan dari maskapai United Airlines itu masuk ke kabin dengan mengenakan pakaian kasual. Melalui interkom, ia bicara melantur.

oleh Khairisa Ferida diperbarui 13 Feb 2017, 08:42 WIB
Ilustrasi pesawat (Foto: Reuters).

Liputan6.com, Washington, DC - Entah apa yang ada di benak seorang pilot perempuan di maskapai penerbangan United Airlines. Bukannya menjalankan tugasnya dengan baik, ia justru menimbulkan kegaduhan.

Pilot yang tidak disebutkan identitasnya itu terpaksa "diamankan" dari sebuah pesawat dengan rute penerbangan Austin menuju San Fransisco pada Sabtu malam.

Pesawat dengan nomor penerbangan 455 itu dijadwalkan akan berangkat dari Bergstrom International Airport di Austin pada pukul 17.02. Namun penerbangan itu terpaksa ditunda selama lebih dari dua jam setelah pilot perempuan itu melontarkan kata-kata kasar.

Menurut salah seorang saksi mata, Randy Reiss, kepada KVUE yang dikutip Daily Mail, Senin, (13/2/2017) pilot itu datang ke kabin dengan mengenakan pakaian kasual. Melalui interkom perempuan itu bicara melantur kepada penumpang.

Ia menyinggung perceraiannya, memaki Donald Trump dan Hillary Clinton, serta mengatakan ia akan tampil dalam program televisi Oprah.

Berbagai pernyataan pilot perempuan itu membuat para penumpang bingung dan mempertanyakan kemampuannya untuk menerbangkan pesawat.

"Maaf, saya telat. Alasan saya telat adalah saya akan menjalani perceraian. Yang tadinya menyenangkan, proses itu tiba-tiba saja menjadi mengerikan," cerita Reiss kepada BuzzFeed News.

Lebih lanjut Reiss mengatakan, pada awalnya pilot tampak ramah. Namun suasana mendadak canggung ketika yang bersangkutan menunjuk ke arah pasangan beda ras. Mereka duduk di kelas pertama.

Perempuan itu menyadari bahwa sejumlah penumpang gugup menghadapi tingkah lakunya.

"Oke, jika Anda merasa tidak aman Anda boleh turun dari pesawat, tapi bagi yang lainnya kita bisa berangkat," kata perempuan itu.

Reiss tak pikir panjang. Ia mengambil barang-barang bawaannya dan turun dari pesawat.

"Menjadi seorang pilot adalah pekerjaan sulit dan menegangkan. Dia tidak siap untuk melakukannya hari ini," ucap Reiss.

"Dia terlihat sangat emosional, jadi saya harap dia bisa menemukan apa yang mungkin dapat membantunya," imbuhnya.

Menanggapi peristiwa ini, juru bicara United Airlines angkat bicara.

"Kami mempekerjakan karyawan-karyawan kami dengan standar sangat tinggi dan menggantikan pilot yang satu ini dengan pilot baru untuk mengoperasikan pesawat," ujar sang jubir.

"Kami meminta maaf kepada para penumpang atas ketidaknyamanan ini," ia menambahkan.

Tidak dijelaskan lebih lanjut apa yang menjadi pemicu pilot perempuan itu bertingkah di luar kendali.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya