Penjelasan Google Soal DPP FPI Berubah Jadi Fitsa Hats di Maps

Google Indonesia meminta maaf atas insiden ditemukannya nama "DPP Fitsa Hats" di Markas FPI Jakarta Pusat.

oleh Jeko I. R. diperbarui 11 Jan 2017, 13:00 WIB
Cak Lontong mengunggah tulisan Fitsa Hats (Facebook/Cak Lontong)

Liputan6.com, Jakarta - Netizen sempat dibuat heboh dengan ditemukannya nama tempat "Fitsa Hats" di Google Maps. Nama Fitsa Hats otomatis akan muncul saat pengguna mengetik nama DPP FPI Jakarta Pusat di kolom pencarian.

Ditemukannya nama Fitsa Hats di DPP FPI bermula dari pesan broadcast yang dikirim pada Selasa (10/1/2017). Pesan tersebut berisikan kalimat, "Coba ketik DPP FPI Jakarta Pusat di Google Maps," begitu isi tulisan pesan tersebut.

Hasilnya mengarah ke lokasi DPP FPI yang ada di kawasan Petamburan, namun berubah menjadi tulisan "DPP Fitsa Hats Jakarta Pusat".

Pihak Google Indonesia pun langsung angkat bicara soal insiden yang terjadi di peta digital miliknya. Mereka juga meminta maaf karena insiden tersebut tidak seharusnya terjadi dan berisiko membuat sebagian kalangan tertentu tidak nyaman.

DPP FPI Berubah Jadi Fitsa Hats di Google Maps

"Ada kesalahan nama tempat yang muncul di Google Maps yang tidak seharusnya terjadi, dan kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Tim kami telah mengambil tindakan yang diperlukan untuk memperbaiki isu ini," begitu tulis pihak Google Indonesia kepada Tekno Liputan6.com, Rabu (11/1/2017).

Lalu, mengapa nama DPP FPI bisa berubah menjadi DPP Fitsa Hats? Seperti dijelaskan Google, hal ini bisa terjadi karena banyaknya kumpulan data yang ada di Gogle Maps, data tersebut datang dari berbagai sumber, seperti nama tempat, nama jalan dan masih banyak lagi. Ini merupakan kombinasi dari pihak ketiga, yaitu sumber data publik dan kontribusi pengguna Google Maps.

Meski pelaporan penamaan lokasi Google Maps bisa mempercepat proses, hal ini justru jadi kerap disalahgunakan pengguna. Apalagi banyak orang yang melaporkan tempat dengan nama-nama yang 'nyeleneh'.

"Secara keseluruhan ini memberikan kami data yang komprehensif dan up-to-date, namun kami menyadari adanya kemungkinan untuk munculnya inakurasi dari sumber-sumber ini," jelas Google.

"Kami memperbarui data kami secara reguler, namun waktu yang dibutuhkan bervariasi. Inilah mengapa kami mempunyai tool yang bisa dimanfaatkan pengguna untuk mempercepat proses," begitu bunyi lanjutan pernyataanya.

Google pun mengimbau pengguna Maps untuk segera melaporkan informasi tempat yang dinilai tidak akurat.

Caranya adalah dengan menggunakan tool Send Feedback, yang ada di pojok kiri bawah Google Maps, atau di pojok kanan bawah jika pengguna memakai Google Maps di desktop. Barulah klik "Report a Data Problem".

(Jek/Isk)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya