Jurus RI Jadi Negara Ekonomi Digital Terbesar di ASEAN

Pemerintah menargetkan Indonesia menjadi negara ekonomi digital terbesar di ASEAN di 2020.

oleh Septian Deny diperbarui 05 Jan 2017, 12:30 WIB

Liputan6.com, Malang - Pemerintah menargetkan Indonesia menjadi negara ekonomi digital terbesar di ASEAN di 2020. Hal tersebut telah dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam visi jangka menengah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, dengan target tersebut, para pelaku usaha lokal diharapkan mampu menjadi pemain utama di kawasan regional dan global. Sehingga, Indonesia tidak hanya dijadikan pasar bagi para pelaku usaha asing.

‎"Presiden telah tetapkan visi jangka menengah untuk jadikan Indonesia menjadi negara digital terbesar di ASEAN pada 2020. Ini dengan menempatkan sebesar-besarnya pada para pelaku lokal sehingga Indonesia tidak jadi pasar bagi pelaku asing," ujar dia dalam Rapat Terbuka Senat Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, Kamis (5/1/2016).

Dia menjelaskan, untuk mencapai target tersebut, pemerintah akan mendorong terciptanya 1.000 pelaku usaha rintisan (startup) dengan nilai bisnis mencapai US$ 100 miliar. Dengan meningkatnya jumlah startup ini diharapkan akan mendorong pertumbuhan e-commerce sebesar 50 persen per tahun.

"Untuk mencapai visi tersebut, akan didorong terciptanya 1.000 digital startup dengan value bisnis US$ 100 miliar. Peningkatan jumlah startup ini dapat mendorong bisnis e-commerce sebesar 50 persen per tahun dan nilai transaksi e-commerce‎ sebesar US$ 130 miliar," kata dia.

Darmin menyatakan, Indonesia memiliki potensi yang besar untuk menjadi pemain ekonomi digital terbesar di ASEAN. Hal ini terlihat dari penetrasi teknologi informasi di dalam negeri yang terus tumbuh.

"Indonesia telah memiliki potensi yang besar untuk modal pengembangan ekonomi digital. Di 2016, potensi infrastruktur teknologi informasi sudah mencakup 90 persen dari populasi dengan lebih dari 126 persen tingkat penetrasi mobile phone.‎ Serta dengan 52 persen pengguna ponsel dari total populasi indonesia," jelas dia.

Selain‎ itu, lanjut Darmin, pengembangan ekonomi digital Indonesia juga akan didorong oleh bonus demografi. Dengan demikian hal ini diharapkan dapat menjadi pemacu pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih tinggi lagi di tahun-tahun mendatang.

‎"SDM Indonesia memasuki bonus demografi, penduduk muda kita lebih dari 25 persen dari populasi yang sekitar 250 juta penduduk. Kemudian dikombinasikan dengan 59 juta unit UMKM yang berkontribusi 61 persen terhadap PDB nasional. Ini merupakan kekutan ekonomi yang jadi fokus pemerintah dalam pengembangan ekonomi digital ke depannya," tandas dia.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya