Liputan6.com, Jambi: Pascakenaikan harga bahan bakar minyak sebesar 22 persen membuat tarif angkutan kota di Jambi melonjak. Padahal, pemerintah daerah dan Organisasi Gabungan Angkutan Daerah setempat belum menetapkan tarif baru. Sedianya, soal itu akan dibicarakan Pemda dan Organda Jambi, pekan depan. Demikian hasil pemantauan SCTV di Jambi, Jumat (18/1).
Para penumpang menilai operator angkot sewenang-wenang menaikkan ongkos. Sebelumnya, untuk sejumlah jurusan di Jambi ongkosnya hanya berkisar Rp 700 per orang. Tapi, kini melonjak mencapai Rp 900. Jurusan Terminal Rawasari-Simpang Rimbo dan Te Hok-Kota Baru, misalnya. Meski diprotes penumpang, sopir tetap saja tak mengindahkan. Alasannya, kenaikan BBM telah membebani biaya operasional angkutan.
Di Jakarta, para sopir angkot diam-diam sudah mulai menaikkan ongkos. Padahal, sebelumnya, tarif angkutan umum di Ibu Kota masih relatif normal [baca: Tarif Angkutan Umum di Jakarta Normal]. Kenaikan tarif angkutan juga terjadi di Depok, Jawa Barat. Padahal, seorang pengurus Organda Depok mengatakan, hingga kini, mereka belum mengumumkan kenaikan tarif angkutan baru. Sebab, Pemda Jabar belum menerbitkan surat keputusan mengenai hal itu.(KEN/Tim Liputan 6 SCTV)
Para penumpang menilai operator angkot sewenang-wenang menaikkan ongkos. Sebelumnya, untuk sejumlah jurusan di Jambi ongkosnya hanya berkisar Rp 700 per orang. Tapi, kini melonjak mencapai Rp 900. Jurusan Terminal Rawasari-Simpang Rimbo dan Te Hok-Kota Baru, misalnya. Meski diprotes penumpang, sopir tetap saja tak mengindahkan. Alasannya, kenaikan BBM telah membebani biaya operasional angkutan.
Di Jakarta, para sopir angkot diam-diam sudah mulai menaikkan ongkos. Padahal, sebelumnya, tarif angkutan umum di Ibu Kota masih relatif normal [baca: Tarif Angkutan Umum di Jakarta Normal]. Kenaikan tarif angkutan juga terjadi di Depok, Jawa Barat. Padahal, seorang pengurus Organda Depok mengatakan, hingga kini, mereka belum mengumumkan kenaikan tarif angkutan baru. Sebab, Pemda Jabar belum menerbitkan surat keputusan mengenai hal itu.(KEN/Tim Liputan 6 SCTV)