Setelah Minyak Tanah, Solar dan Premium Menghilang

Selain minyak tanah, kini sejumlah daerah kesulitan solar dan premium (bensin). Di Aceh, kelangkaan minyak tanah masih berlangsung.

oleh Liputan6Diterbitkan 17 Januari 2002, 06:32 WIB
Liputan6.com, Jambi: Dampak rencana kenaikan bahan bakar minyak semakin meluas. Setelah dilanda krisis minyak tanah, masyarakat di sejumlah daerah kini kesulitan BBM jenis solar dan premium (bensin). Di Provinsi Jambi dan Cirebon, Jawa Barat, misalnya. Persediaan solar dan bensin di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di kedua wilayah tersebut habis lebih cepat dari biasanya, sejak dua hari terakhir. Tak heran, jika beberapa SPBU yang hanya menjual dua jenis BBM itu tutup lebih cepat. Demikian hasil pantauan SCTV di dua wilayah tersebut, hingga Rabu (16/1).

Beberapa petugas SPBU di Jambi mengatakan, persediaan BBM habis karena jumlah permintaan yang melebihi dari biasanya. Sementara, Depot Pertamina Jambi masih memasok sesuai dengan jatah biasa yakni 600 kiloliter solar dan 380 kiloliter premium untuk seluruh SPBU yang ada di Kota Jambi. Kini, persediaan SPBU hanya menjual jenis Premix dan SuperTT.

Dari Cirebon dilaporkan, BBM jenis solar di sejumlah SPBU kembali hilang. Bahkan, kelangkaan ini sudah berlangsung sejak awal Januari 2002. Karena itu, beberapa SPBU tak lagi menyediakan solar. Menurut beberapa petugas SPBU, selama ini jatah pengiriman solar dibatasi. Jika sebelumnya satu SPBU mendapat tiga hingga empat tangki solar sehari, kini hanya menerima pengiriman satu tangki.

Sementara, masyarakat Banda Aceh hingga kini masih kelimpungan soal minyak tanah. Itu sebabnya, harga minyak tanah di Nanggroe Aceh Darussalam melonjak hingga mencapai Rp 1.200 per liter [baca: Minyak Langka di Tiga Provinsi]. Staf Hubungan Masyarakat Pertamina Unit Perbekalan dan Pemasaran Dalam Negeri I Banda Aceh Samsuddin membantah, Pertamina mengurangi pasokan. Menurut dia, suplai dari UPPDN I sudah sesuai ketentuan yakni 320 kiloliter per hari. Samsuddin menduga, kelangkaan itu disebabkan ulah spekulan menjelang kenaikan harga BBM Januari ini.(DEN/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya