KNKT Dalami Potensi Kelebihan Beban Listrik AC Kapal Zahro Expres

KNKT juga tengah menghitung besaran daya listrik yang dibutuhkan untuk AC Kapal Zahro Expres.

oleh Moch Harun Syah diperbarui 04 Jan 2017, 07:47 WIB
Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah dari atas kapal Zahro Express yang terbakar, di Pelabuhan Muara Angke, Minggu (1/1). Kapal yang mengangkut lebih dari 200 penumpang itu terbakar saat dalam perjalanan menuju Pulau Tidung. (REUTERS/Darren Whiteside)

Liputan6.com, Jakarta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) tengah menyelidiki penyabab kebakaran Kapal Zahro Expres yang memakan puluhan korban jiwa dan luka-luka.

Dari informasi yang dihimpun di lokasi, KNKT tengah mendalami sumber panas, udara atau oksigen, dan bahan-bahan yang mudah terbakar jelang insiden itu. Atau biasa disebut segitiga api.

Ketua Tim Investigasi Pelayaran Zahro Express Kapten Aldrine Dalimunte mengatakan, pihaknya tengah mendalami dugaan potensi kelebihan beban arus listrik penggunaan air conditioner (AC) di kapal.

Dugaan awal, percikan api yang muncul dan sempat terlihat beberapa saksi, akibat kelebihan beban listrik dalam penggunakan AC menjadi pemicu kebakaran.

"Kita sedang dalami perhitungan beban listrik AC kapal," kata Aldrine di Pelabuhan Kali Adem, Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (3/1/2017).

Aldrine menjelaskan, KNKT juga tengah menghitung besaran daya listrik yang dibutuhkan untuk AC Kapal Zahro Expres. Penghitungan terkait penggunaan power supply berkekuatan 500 Mph, untuk menyuplai pendingin ruangan kapal motor itu.

"Harus ada perhitungan lebih dalam lagi. Mulai dari kapasitas genset, atau dayanya," ujar dia.

Menurut Aldrine, pihaknya juga sudah mengantongi data cetak biru pembuatan KM Zahro Expres. Tim kemudian akan menelusuri penggunaan AC kapal, apakah telah tersertifikasi dari awal atau sesudahnya.

"Pertanyaanya, apakah AC ini fasilitas tambahan atau tersertifikasi dari awal? Kita perlu selidiki," Aldrine menandaskan.

KM Zahro Expres tujuan Pulau Tidung tiba-tiba terbakar setelah berlabuh sekitar satu mil dari Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara, pada Minggu 1 Januari 2017, sekitar pukul 08.30 WIB.

Akibat kebakaran tersebut, 23 penumpang dinyatakan meninggal, 17 luka-luka, 17 hilang, dan lebih dari 200 lainnya selamat. Sedangkan nahkoda dan anak buah kapal atau ABK Zahro Expres diduga menyelematkan diri saat insiden terjadi.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut. Namun penyelidikan sementara, ada dugaan kelalaian dalam insiden maut Kapal Zahro Expres.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya