Teleskop Hubble Tangkap Kemegahan Galaksi ‘Megamaser’

Galaksi tersebut memiliki cahaya yang diklaim 100 juta kali lebih terang dibanding galaksi Bima Sakti.

oleh Jeko I. R. diperbarui 06 Jan 2017, 18:30 WIB
Galaksi Megamaser. (Sumber: Mirror)

Liputan6.com, California - Teleskop luar angkasa milik NASA, Hubble, menangkap penampakan kemegahan Megamaser, yakni galaksi besar yang berjarak 370 juta tahun cahaya dari Bumi.

Megamaser adalah galaksi yang berbentuk seperti ledakan dari microwave, layaknya asap berbalut cahaya terang benderang.

Dilansir laman Mirror, Jumat (6/1/2017), saking terangnya Megamaser, galaksi ini diklaim 100 juta kali lebih terang dibanding galaksi-galaksi lain. Bahkan, galaksi Bima Sakti--galaksi di mana kita hidup sekarang--pun tidak dapat menyaingi terangnya Megamaser.

Megamaser sendiri memiliki nama kode IRAS 16399-0937 dan mempunyai dua inti nukleus, sedangkan dua wilayah besar; IRAS 16399N dan IRAS 16399S di bagian utara dan selatan galaksi, membuatnya kian bersinar di gelapnya luar angkasa.

“Struktur galaksi ini bisa dibilang agak aneh, namun kami sangat kagum dengan terangnya cahaya Megamaser. Galaksi ini terbentuk dari gas dan debu kosmik yang saling berinteraksi. Inti nukleusnya sangat berbeda. IRAS 16399S adalah wilayah di mana bintang-bintang yang baru lahir dalam kecepatan yang luar biasa,” kata salah satu pengamat galaksi dari NASA.

Sedangkan untuk wilayah IRAS 16399N dikenal sebagai wilayah LINER (Low Ionizaton Nuclear Emission Region), yaitu area di mana emisi cahaya berasal dari partikel ion yang lemah, atau juga atom netral dan kandungan gas.

“Wilayah ini juga memiliki black hole seukuran Matahari,” lanjut pengamat galaksi tersebut.

Foto yang diambil Hubble menggunakan dua instrumen, yaitu Advanced Camera for Surveys (ACS) dan Near Infrared Camera and Multi-Object Spectrometer (NICMOS).

Foto dok. Liputan6.com

Teleskop ini akan berhenti beroperasi pada 2020. Hubble akan digantikan oleh teleskop James Webb yang dibangun dengan biaya US$ 8,8 miliar (setara dengan Rp 118 triliun).

(Jek/Isk)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya