Klinik Bayi Tabung di Belanda Curiga Ada Kasus Sperma Tertukar

Utrech University Medical Center (UMC) mengatakan menyalahkan 'kesalahan prosuderal' yang terjadi antara April 2015 hingga November 2016.

oleh Arie Mega Prastiwi diperbarui 28 Des 2016, 13:40 WIB

Liputan6.com, Utrech - Sebuah klinik bayi tabung di Belanda mengatakan ada 26 perempuan yang telah difertilisasi mendapatkan sperma dari pria yang salah.

Utrech University Medical Center (UMC) mengatakan menyalahkan 'kesalahan prosuderal' yang terjadi antara April 2015 hingga November 2016.

"UMC menyesali kesalahan itu bagi para pasangan yang terkena dampak," kata klinik itu dalam pernyataannya seperti dikutip dari BBC, Rabu (28/12/2016).

"Selama fertilisasi berlangsung, sel sperma dari pasangan yang tengah mendapatkan perawatan mungkin tercampur ke sel telur 26 pasangan lainnya," lanjut pernyataan itu.

"Oleh karena itu ada kemungkinan bahwa sel telur telah dibuahi oleh sperma selain dari ayah atau pasangan dari sel telur itu."

Meskipun kesempatan itu terjadi sangat kecil, tapi kemungkinan tersebut "tidak dapat dikesampingkan," tambah klinik itu.

Pada tahun 2012, seorang ibu dari Singapura menggugat klinik bayi tabung akibat sperma sang suami tertukar dengan orang asing. Si ibu yang berasal etnis China menduga ada sesuatu yang salah, ketika melihat bayinya memiliki warna kulit dan warna rambut berbeda dengan suaminya yang beretnis kaukasia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya