Kenangan Penjaga Makam terhadap Dodi Korban Pembunuhan Pulomas

Sebelum menjadi korban pembunuhan sadis Pulomas, Dodi sempat menawarkan pekerjaan kepada anak penjaga makam.

oleh Muhammad Radityo Priyasmoro diperbarui 28 Des 2016, 09:46 WIB
Polisi menemukan 11 korban yang disekap di kamar mandi ukuran 1,5 x 1,5 meter, Pulogadung, Jakarta, Selasa (27/12). Enam korban meninggal diduga akibat kehabisan oksigen. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Dodi Triyono, korban pembunuhan sadis Pulomas, meninggalkan kenangan manis bagi para orang terdekatnya. Salah satunya Rosyid. Pria 49 tahun ini memiliki kedekatan khusus dengan almarhum sejak 1987 sebagai penjaga makam keluarga almarhum.

"Awalnya saya kenal almarhum dari 1987. Saya kenal dengan keluarga almarhum karena ditugaskan menguburkan dan menjaga makam keluarga-keluarga almarhum, seperti dari mertua almarhum dari istri pertama, kedua orangtua almarhum Dodi, dan kakak ipar istri pertama, yang juga dimakamkan di sini (TPU Tanah Kusir Blok Khusus)," tutur Rosyid di TPU Tanah Kusir Blok Khusus, Jakarta, Rabu (28/12/2016).

Kenangan terakhir yang paling membekas dari korban pembunuhan Pulomas adalah saat sang anak ditawari pekerjaan. Kala itu anak dari penjaga makam itu baru lulus SMK. Almarhum Dodi pun memintanya agar sang anak memperdalam ilmu desain grafis.

"Pak Dodi sempat tawari anak saya kerja. Katanya suruh perdalam Photoshop gitu, nanti ikut kerja bareng almarhum," kenang Rosyid.

Almarhum Dodi adalah satu dari enam korban pembunuhan sadis Pulomas. Ia serta dua anaknya, yakni Diona Arika Andra Putri (16) dan Dianita Gemma Dzalfayla (9) akan dimakamkan sekitar pukul 10.00 WIB di TPU Tanah Kusir Blok Khusus, Bintaro, Jakarta Selatan.

Pembunuhan sadis terjadi di Pulomas, Jakarta Timur. Enam orang tewas setelah disekap di kamar mandi sempit tanpa ventilasi berukuran 1,5 x 1,5 meter. Selain itu, ada lima orang yang selamat dan kini dirawat di RS Kartika Pulomas, Jakarta Timur.

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya