VIDEO: Pasca-Banjir, Infrastruktur Rusak di Bima Belum Tersentuh

Sementara distribusi bantuan untuk korban banjir terus disalurkan ke sejumlah lokasi pengungsian.

oleh Liputan6 diperbarui 26 Des 2016, 18:33 WIB
Infrastruktur yang mengalami kerusakan belum tersentuh sama sekali.

Liputan6.com, Bima - Banjir bandang yang melanda Bima, Nusa Tenggara Barat, mengakibatkan kerusakan sejumlah infrastruktur seperti kantor pemerintahan, kantor pos, toko, dan sejumlah bangunan lain.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Petang SCTV, Senin (26/12/2016), hingga hari ke-5 pasca-banjir, infrastruktur yang mengalami kerusakan belum tersentuh sama sekali untuk dilakukan pembersihan. Mobil-mobil hanyut saat banjir juga belum dipindahkan.

Jembatan gantung yang terletak di Kelurahan Paruga, Kota Bima, juga putus saat banjir bandang. Jembatan tersebut menghubungkan Kelurahan Paruga dengan Kelurahan Dara.

Sementara itu, untuk membantu korban banjir, distribusi bantuan terus dikebut Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana). Selain logistik berupa makanan, Tim Tagana juga mengirimkan ratusan tenda darurat dan terpal untuk kebutuhan para pengungsi.

Enam truk milik Tagana Dinas Sosial Provinsi Nusa Tenggara Barat sudah diberangkatkan menuju lokasi pengungsian hingga hari ini (26/12/2016). Selain itu, sebanyak 450 orang Tim Tagana diterjunkan untuk membantu proses evakuasi dan relokasi korban.

Untuk keperluan dapur, Tim Tagana Dinas Sosial juga memberangkatkan 4 mobil dapur umum. Setiap harinya, dapur umum dibuka para relawan di sejumlah lokasi di Bima, untuk mencukupi kebutuhan makanan korban banjir selama proses tanggap darurat berlangsung.

Saksikan tayangan video selengkapnya dalam tautan ini

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya