Pengakuan Ahok Saat Menangis di Persidangan

Saat disidang di PN Jakarta Utara, Ahok menangis saat membacakan nota keberatan.

oleh Delvira Hutabarat diperbarui 14 Des 2016, 10:01 WIB
Foto-foto sidang perdana ahok. (Pool/CNN Indonesia/Safir Makki/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menceritakan perasaannya saat mengikuti persidangan pertama kasus dugaan penistaan agama, Selasa, 13 Desember 2016. Ahok menangis saat menceritakan orangtua angkatnya dalam nota pembelaan. Ternyata persidangan kemarin bertepatan dengan hari peringatan kematian orangtua angkatnya.

"Kemarin itu persis 19 tahun ayah saya meninggal, sementara saya duduk disidang menista agama Bapak saya," kata Ahok di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (14/12/2016).

Ahok memiliki orangtua angkat bernama Andi Baso Amir. Almarhum Andi berjanji menjaga persaudaraan dengan orangtua kandung Ahok, Indra Tjahaja Purnama. Ahok pun sedih mengingat persaudaraan dengan ayah angkatnya tersebut.

"Pas meninggal, bapak saya pesan, kita punya saudara sampai akhir hayat. Melihat kejadian ini, orangtua kita nangis di kuburan," ucap Ahok.

Ahok mengaku sedih dituduh menista agama. Padahal, Ahok sangat menyayangi keluarga muslimnya.

"Saya percaya kalau kita menistakan orangtua, ayah saya nangis di kuburan. Saya ingat ayah saya dan ayah angkat saya begitu memuliakan Islam. Dan kemarin saya dituduh menistakan agama yang sangat dihormati Bapak saya," ucap Ahok.

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya