Aliran Listrik Pulih, Beberapa Desa di Pidie Terang Kembali

Sebanyak 90 orang petugas di kawasan Meureudu dan Samalanga tengah bekerja untuk percepatan pemulihan kelistrikan di kedua daerah.

oleh Muslim AR diperbarui 09 Des 2016, 20:28 WIB
Seorang perawat tengah mengecek kondisi pasien korban gempa bumi di RSUD Pidie Jaya, Aceh, Kamis (8/12). Meskipun wilayah tersebut dilanda pemadaman listrik namun pihak RSUD tetap melakukan penanganan untuk para korban bencana.(Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Pidie - Sekitar 48 jam usai gempa Aceh, aliran listrik di Pidie Jaya sudah mulai normal. Seluruh kecamatan di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, telah dialiri listrik kembali. Pihak PLN juga tengah berupaya menyelesaikan perbaikan suplai ke seluruh desa dan dusun yang ada.

"Diharapkan hari ini kami dapat menyelesaikan seluruh pasokan listrik," ujar General Manager PLN Wilayah Aceh Bob Saril di lokasi, Jumat (9/12/2016).

Dengan lancarnya pasokan listrik akan membantu masyarakat serta petugas gabungan dalam memulihkan keadaan usai gempa Aceh.

"Selanjutnya mode operasi akan berubah dari tanggap darurat menjadi status penguatan dan pemulihan untuk listrik masyarakat yang terdampak," jelas Bob.

Untuk proses perbaikan listrik di Pidie Jaya, sebanyak 90 orang petugas di kawasan Meureudu dan Samalanga tengah bekerja untuk percepatan pemulihan kelistrikan di kedua daerah.

"Mereka dilengkapi peralatan dan material berupa tiang beton dan tiang besi sebanyak 40 buah dan 12 unit trafo distribusi, material pelengkap lainnya, empat buah mobil crane, serta empat buah genset 4 x 100 kVA," beber Bob.

Hingga saat ini, kondisi kelistrikan yang telah pulih secara keseluruhan diklaim PLN telah mencapai 75 persen.

Selain itu, PLN Wilayah Aceh juga telah menyalurkan bantuan kepada masyarakat sekitar yang terdampak gempa Aceh, melalui Posko PLN Peduli di PLN Meureudu dan PLN Samalanga dalam bentuk selimut, handuk, dan sembako dengan nominal Rp 147 juta. Sedangkan bantuan dalam bentuk uang tunai sebesar Rp 160 juta.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya