Sepatu Kanye West Diubah Jadi Masker Seharga Rp 665 Juta

Desainer Tiongkok Wang Zhijun yang membuat masker wajah seharga Rp 665 juta untuk menyindir pemerintah tuntaskan polusi

oleh Akbar Muhibar diperbarui 13 Des 2016, 12:36 WIB
Masker dari sepatu Adidas edisi terbatas ini dijual seharga Rp 665 juta (foto : Wang Zhijun)

Liputan6.com, Jakarta Sepatu edisi khusus biasanya menjadi simpanan di rumah, bahkan sangat jarang sekali dipakai untuk beraktivitas. Namun hal ini tidak berlaku bagi Wang Zhijun yang memiliki kreativitas membuat masker dari sepatu dan dijual seharga 5 ribu Dolar AS atau Rp 665 juta secara online seperti dirilis dari cnn.com, Selasa (13/12/2016).

Polusi kronis menyebabkan penududuk Tiongkok sangat sering menggunakan masker wajah saat ke luar rumah. Tentunya hal ini menjadi target pasar yang besar untuk menciptakan berbagai jenis masker wajah. Terlebih memiliki pergeseran fungsi masker dari sebuah pelindung wajah menjadi fashion yang stylish.

Akhirnya seorang desainer dari Beijing, Wang Zhijun memutuskan untuk membuat perubahan dengan menjadikan sepatu ke dalam bentuk masker wajah dengan sebuah tujuan. Ia ingin meningkatkan perhatian masyarakat, kepada polusi yang sudah sangat lama menjadi masalah lingkungan di Tiongkok.

Masker dari sepatu Adidas edisi terbatas ini dijual seharga Rp 665 juta (foto : Wang Zhijun)

Sejak tahun 2014 ia sudah berkarya membuat masker wajah dalam 20 varian berbeda. Salah satu karya yang paling mahal adalah ketika Wang menggunakan sepatu edisi terbatas dari Adidias. Sepatu Boost 350 V2s yang didesain oleh Kanye West ini kini memiliki harga 1.000 Dolar AS atau sekitar Rp 134 juta.

“Saya bahkan tidak menggunakan sepatu tersebut. Saya mengeluarkannya dari dalam kotak dan mengguntingnya untuk membuat sebuah masker” ungkap Wang.

Akhirnya setelah masker tersebut selesai dibuat, ia menjualnya secara online dengan harga 5 ribu Dolar AS. Sejak saat itu banyak orang dari luar negeri yang melihat karya Wang dan membicarakannya bahkan ingin membeli masker sepatu ini.

Wang sendiri hanya ingin masyarakat dapat menangkap pesannya mengenai akibat fatal dari polusi, serta membuat perbincangan di kalangan muda demi menyelesaikan masalah polusi yang makin berat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya