Terpilih Jadi Presiden, Donald Trump Lepas Investasi Sahamnya?

Donald Trump dikabarkan memiliki kepemilikan saham di sejumlah perusahaan.

oleh Agustina Melani diperbarui 07 Des 2016, 12:45 WIB
Capres AS dari Partai Republik, Donald Trump saat debat capres AS ketiga dan terakhir di University of Nevada, Las Vegas, Rabu (19/10). (REUTERS/Mark Ralston/Pool)

Liputan6.com, New York - Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan kalau dirinya telah melepas kepemilikan saham pada Juni.

Berdasarkan pernyataan juru bicara tim transisi Jason Miller, Donald Trump telah menjual kepemilikannya sahamnya. Donald Trump memperingatkan kalau pasar saham telah bubble dalam sebulan. "Kita hadapi pasar yang bubble," ujar Trump kepada The Hill pada Oktober 2015.

Dalam debat presiden pertama pada September, Trump menilai, kalau pasar sudah menguat tajam dan tidak begitu baik.

Mengutip laman CNN Money, Rabu (7/12/2016), Donald Trump tidak begitu jelas kapan menjual kepemilikan sahamnya. Ia hanya mengatakan telah "keluar" dari pasar pada Agustus saat wawancara dengan Fox Business. Namun sejak 1 Juli, bursa Amerika Serikat naik lima persen.

Untuk verifikasi Trump benar-benar menjual kepemilkan sahamnya cukup sulit. Secara hukum, Trump memang tidak perlu menyatakan laporan kekayaannya kepada the Office of Government Ethics hingga Mei 2018. Meski demikian, seluruh presiden secara sukarela telah menyampaikan laporan kekayaannya sejak pertama kali menjabat.

Trump dinilai telah berada tekanan antara kepentingan bisnis dan politiknya. Banyak pihak meminta dirinya untuk melepas kerajaan bisnisnya sebagai persiapan masuk gedung putih.

"Kita tidak tahu apa yang dilakukan termasuknya investasinya. Saya tidak berpikir setiap orang fokus terhadap konflik presiden ini," ujar Jeff Hauser, Direktur Revolving Door Project.

Pada awal tahun ini, Trump mengungkapkan kalau pihaknya menggenggam kepemilikan saham termasuk Apple, Microsoft, Pepsi dan GE.

Trump juga mengenggam saham Boeing. Ia memiliki saham Boeing sekitar US$ 50.000-US$ 100.000. Trump pun menyampaikan kalau ia ingin membatalkan kontrak Boeing untuk membangun pesawat baru Air Force One lantaran biayanya terlalu mahal.

Kepemilikan saham milik Trump bertambah US$ 10 juta. Angka ini sebagian kecil dari kerajaan bisnisnya secara keseluruhan.

Sebelumnya Forbes juga melaporkan Donald Trump memiliki investasi likuid senilai US$ 170 juta. Investasi itu termasuk kepemilikan saham di bank dan perusahaan multinasional. Forbes memperkirakan kekayaannya mencapai US$ 3,7 miliar.

Berdasarkan laporan Forbes, Donald Trump memiliki saham senilai US$ 500 ribu-US$ 1 juta di Citigroup, JP Morgan Chase, Wells Fargo, Morgan Stanley, dan Goldman Sachs.

Bursa saham Amerika Serikat pun telah reli sekitar empat persen sejak Trump memenangkan pemilihan presiden AS.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya