Arti Baju Putih di Aksi Damai 2 Desember

Salah satu yang mudah disoroti dalam aksi damai 2 Desember adalah dominasi warna putih pada pakaian. Apa artinya?

oleh Unoviana Kartika Setia diperbarui 02 Des 2016, 13:05 WIB
Massa Demo 2 Desember memadati lapangan Monas, Jakarta, Jumat (2/12). Aksi untuk menuntut ditangkapnya Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama atas dugaan penistaan agama. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta Salah satu yang mudah disoroti dalam aksi damai 2 Desember adalah dominasi warna putih untuk pakaian. Dari peserta hingga Presiden Jokowi yang mengenakan pakaian putih terlihat di lapangan Monas, Jumat (2/12/2016).

Misalnya Habib Rizieq yang mengenakan kondura putih dengan serban yang dililitkan di dada dan di kepala. Sementara Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla serta sejumlah pejabat lain terlihat mengenakan kemeja putih dan celana hitam.

Lantas, adakah alasan khusus mereka memakai warna tersebut? Meski belum diketahui alasannya, tetapi setidaknya warna putih selaras dengan judul aksi damai tersebut.

Seperti diungkap laman Sensational Color, Jumat (2/12/2016), putih merupakan warna yang mencerminkan ketulusan, kebersihan, dan netral. Warna putih menawarkan proteksi dan dorongan dengan rasa damai dan tenang, nyaman, dan harapan.

Presiden Jokowi berjalan di tengah hujan di Aksi Damai 2 Desember 2016.

Warna putih juga mencerminkan jiwa dan pikiran yang jernih dan murni. Warna ini dapat menyegarkan dan menguatkan sistem energi dari dalam jiwa setiap orang.

Reflektif, itu juga sifat yang ditawarkan warna ini. Keterbukaan, tumbuh, dan kreativitas tidak bisa disembunyikan dari warna putih.

Meskipun begitu, ada pula sesuatu negatif dari warna putih, terutama di budaya Barat. Warna ini bisa berarti dingin, terisolasi, dan kosong. Di beberapa budaya, warna putih juga berkaitan dengan kematian dan duka. Namun, itu berarti warna putih juga merupakan awalan, bergerak ke hidup baru, dan harapan baru.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya