KEIN: Kemenangan Trump Bisa Tingkatkan Kerja Sama RI-AS

Gaya komunikasi Donald Trump yang tidak formal dan terbiasa berhubungan dengan para pengusaha akan mempermudah lobi.

oleh Septian Deny diperbarui 10 Nov 2016, 15:26 WIB
Kabar kemenangan Donald Trump sebagai Presiden ke-45 Amerika Serikat nampaknya akan menjadi kejutan yang tak terduga.

Liputan6.com, Jakarta - ‎Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) menyatakan kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS) harus dilihat secara positif bagi hubungan Indonesia dengan Negeri Paman Sam tersebut.

Ketua Umum KEIN Soetrisno Bachir mengatakan, terpilihnya Trump menjadi presiden AS menggantikan Barrack Obama ‎akan membawa dampak bagi positif bagi ekonomi dan perdagangan Indonesia-AS. Salah satunya yaitu lantaran adanya kedekatan para pengusaha Indonesia dengan Trump.

"Karena kita punya pengusaha-pengusaha yang secara pribadi kenal dekat dengan Donald Trump, misalnya Setiawan Djody, Hari Tanoe, Setya Novanto," ujar ‎dia saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, Kamis (10/11/2016).

Menurut Soetrisno, kedekatan ini harus dimanfaatkan oleh para pengusaha nasional tersebut untuk mempererat hubungan ekonomi dan perdagangan Indonesia dengan AS. Dengan demikian, dampaknya akan bukan hanya secara pribadi tetapi berskala nasional.

"Semua figur (pengusaha) ini, bagaimana mereka memikirkan bangsa kita. Hubungan ini bisa memberikan manfaat pada Indonesia, baik secara politik khususnya hubungan ekonomi perdagangan. Misalnya tekstil kita bisa diberikan prioritas. Ini justru Indonesia yang punya beberapa pengusaha yang punya kedekatan bisa dimanfaatkan," kata dia.

Terlebih lagi, lanjut Soetrisno, gaya komunikasi Donald Trump yang tidak formal dan terbiasa berhubungan dengan para pengusaha akan mempermudah lobi-lobi ekonomi dan perdagangan Indonesia dengan AS. Oleh sebab itu diharapkan di bawah kepemimpinan Trump, hubungan Indonesia dengan AS akan lebih baik.

"Hubungan dengan Trump itu tidak terlalu formal, jadi akan sangat mudah untuk berkomunikasi apalagi dengan pengusaha-pengusaha.‎ Tinggal bagaimana hubungan ini tidak hanya dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi tapi untuk kepentingan nasional. Bagaimana perdagangan kita bisa masuk ke AS, dan investasi AS bisa masuk ke Indonesia," tandas dia. (Dny/Gdn)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya