Jatuh Cinta pada Lari di Usia 50, Kenapa Tidak?

Gatot tidak sepakat bila usianya dikatakan sedikit terlambat untuk mulai mencintai lari.

oleh Benedikta Desideria diperbarui 10 Nov 2016, 12:00 WIB

Liputan6.com, Jakarta Jatuh cinta terhadap olahraga bisa datang kapan saja. Hal ini juga berlaku bagi Gatot Sudariyono (54). Pria yang bakal berlari 550 km untuk kumpulkan dana pendidikan anak-anak Indonesia ini baru menekuni olahraga lari saat usianya 50 tahun.

Gatot tidak sepakat bila usianya dikatakan sedikit terlambat untuk mulai mencintai lari. Menurut pria kelahiran Surabaya, 24 Desember 1961 ini banyak contoh orang-orang usia lebih tua baru memulai lari.

"Memulai lari di usia 50 tahun tidak bisa dikatakan usia yang sudah terlalu tua. Masih banyak orang-orang lain yang mulai lari di usia lebih tua dari saya," kata Gatot semangat saat berbincang dengan Health-Liputan6.com usai konferensi pers "Run to Care 550 Km for Children" di Jakarta pada Rabu (9/10/2016). 

Gatot S

Pria lulusan Institut Teknologi Bandung ini menyebut nama Fauja Singh yang memulai berlari di usia 85 tahun. "Saat itu ia tinggal bersama anaknya di Inggris, di situ di usia 85 tahun dia ikut marathon. Terus ikut acara lari. Bahkan saat usianya 100 tahun juga ikut. Jadi, buat saya usia 50 tahun itu muda," kata Gatot.

Awal perkenalan Gatot pada lari tepatnya sekitar 2011. Saat itu bapak dua anak ini merasa badannya gemuk karena berat badan mencapai 85 kg. Padahal saat usianya 25 tahun angka timbangan berada di kisaran 55 kg. Kebetulan saat itu ia sedang berada di Jepang dan mendapati pemandangan banyak orang berlari. "Saat itu saya bertanya alasan mereka berlari, rupanya untuk Tokyo Marathon. Sepulangnya ke Indonesia saya cari acara lari," tutur Gatot.

Saat di Indonesia, Gatot pun mencari acara lari, rupanya ada lari marathon 42 km di Bali. Ia pun memulai berlatih selama enam bulan untuk bisa menyelesaikan lari tersebut. Dimulai dengan jalan kaki memutari Gelora Bung Karno.Jumlahnya putaran jalan kaki terus ditambah. Sesudah merasa tubuhnya siap, ia pun mulai berlari. Secara bertahap ia menaikkan jumlah putaran larinya.

Saat acara lari maraton di Bali tiba, Gatot sukses menyelesaikan jarak 42 km dengan waktu 5 jam. Lalu ia mulai mengikuti acara lari lain. Terakhir ia baru saja mengikuti Penang 100 Ultra Marathon pada 16-17 September 2016 yang ditempuh selama 16 jam.

Kini ia sedang mempersiapkan diri menggenapi lari sejauh 550 km sebagai aksi sosial mengumpulkan dana untuk pendidikan anak-anak Indonesia. Targetnya, ia bisa mencapai Rp 440 juta, seluruh donasi akan diberikan bagi biaya pendidikan anak-anak SOS Children's Village Indonesia.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya