Sejak 1945, Pertama Kali Perdagangan Jatim Surplus dari Singapura

Neraca perdagangan antara Jatim dengan Singapura tercatat surplus US$ 112,89 juta sepanjang enam bulan pertama tahun ini.

oleh Fiki Ariyanti diperbarui 09 Nov 2016, 20:32 WIB
Neraca perdagangan antara Jatim dengan Singapura tercatat surplus US$ 112,89 juta sepanjang enam bulan pertama tahun ini.

Liputan6.com, Jakarta - Provinsi Jawa Timur (Jatim) berhasil mencetak surplus perdagangan dengan 8 negara ASEAN sepanjang periode Januari-Juni 2016. Paling menggembirakan, sejak Indonesia merdeka, baru kali ini Jatim mendulang untung dengan Singapura di 2016
 
"Di semester I-2016, neraca perdagangan Jatim dengan Singapura mencatatkan surplus. Dari data kami, baru kali ini surplus dengan Singapura sejak 1945," kata Gubernur Jatim Soekarwo atau yang kerap dipanggil Pakde Karwo pada acara Forum Konsolidasi Industri Kemaritiman Nasional, Jakarta, Rabu (9/11/2016).

Data kinerja perdagangan Jatim-ASEAN semester I ini menunjukkan, total nilai perdagangan provinsi ini dengan 9 negara ASEAN mencapai US$ 1,16 miliar. Rinciannya ekspor US$ 2,09 miliar atau lebih tinggi dari impor yang sebesar US$ 925,94 juta.

"Hanya dengan Laos saja, perdagangan Jatim defisit karena bahan pupuk," ujar dia.

Neraca perdagangan antara Jatim dengan Singapura tercatat surplus US$ 112,89 juta sepanjang enam bulan pertama tahun ini. Nilai ekspor dari Jatim ke negeri singa itu sebesar US$ 523,03 juta, sedangkan nilai impor US$ 410,14 juta.
 
Pakde Karwo menutuskan, ekspor terbesar Jatim ke Singapura adalah perhiasan. Kemudian barang atau produk-produk furniture dan farmasi juga dipasok dari Jatim ke Singapura.
 
"Ekspor dari Jatim memang sebagian besar produk menengah dan kecil. Makanya di Singapura, kita buka Jatim Mart yang menjual produk-produk asli Jatim," tuturnya.
 
Sementara untuk mengurangi defisit perdagangan dengan Laos, dia mengaku akan mencari solusi khususnya dalam distribusi barang atau produk ekspor via laut.
 
"Kalau ekspor ke Laos lewat Bangkok biasanya, tapi kita sudah bicarakan dengan pemerintah Laos nantinya lewat Vietnam. Ongkos kapal lebih murah," tandas dia.(Fik/Nrm)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya