Potret Menembus Batas: Energi Abadi Limbah Organik

Di Ciaul, tinja sapi diolah menjadi bahan bakar alternatif terbarukan.

oleh Liputan6 diperbarui 07 Nov 2016, 00:42 WIB
Tinja sapi diolah menjadi bahan bakar alternatif terbarukan.

Liputan6.com, Bandung - Ciaul, satu wilayah sentra penghasil susu sapi di Desa Cisondari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Lebih dari 75 persen warganya bergantung pada perahan sapi berjenis holstein friesen.

Sapi memiliki arti penting di Ciaul. Selain susu dan daging, kotoran hewan bernama latin bos primigenius ini juga bisa dimanfaatkan.

Di kampung ini, tinja sapi diolah menjadi energi, bahan bakar alternatif terbarukan.

Alit Suryana, saban hari ia rutin mengumpulkan dan memasukkan tinja hewan peliharannya ke dalam biodigester. Air sebagai pengencer, sekaligus membawa mikro organisme pengurai.

Biodigester atau reaktor biogas, berkapasitas 12 meter kubik mampu menyuplai gas methan empat rumah.

Sisa penguraian dari biodigester masih bermanfaat. Bagi Alit, pupuk organik ini gratis untuk kebun kopi miliknya.

Sudah empat tahun, Dusun Ciaul bertahan memanfaatkan limbah berbau ini. Biogas memberi keuntungan besar buat Alit dan keluarga. Tiada lagi anggaran rutin pembelian gas Elpiji tabung.

Ciaul, satu dari segelintir kampung mandiri energi memanfaatkan kotoran sapi. Tercatat, lebih dari 60 rumah sudah teraliri bahan bakar biogas.

Seekor sapi dewasa, per harinya tak kurang menghasilkan 10 kilogram tinja. Total ada hampir seribu ekor sapi di Desa Cisondari. Jumlah populasi yang terus bertambah.

Alit dan warga Ciaul ingin mandiri. Mandiri energi, secara swadaya mampu memenuhi 60 persen kebutuhan sumber energi.

Lebih dari 40 buah instalasi biogas bantuan sudah tertanam di Cisondari. Ini mampu memenuhi kebutuhan bahan bakar rumah tangga sehari-hari.

Menggunakan sejak 2012, warga desa tak pernah menjumpai masalah serius dari penggunaan biogas. Kebocoran pipa saluran salah satu yang paling sering dijumpai.

Berdasarkan pengalaman, digester berukuran tiga meter kubik dengan pengisian rutin 25 liter kotoran sapi dan air menghasilkan biogas empat meter kubik per hari.

Buat warga, kehadiran biogas mengurangi beban pengeluaran.

Sejatinya perlu kompor khusus untuk biogas. Tekanan gas kompor Elpiji lebih kuat dan stabil. Tetapi, bisa disiasati dengan sedikit sentuhan modifikasi.

Ini juga berlaku bagi alat penerangan, petromaks. Meski masih mengandalkan listrik PLN, kehadiran petromaks mengurangi beban tagihan listrik.

Malam hari di Ciaul, seperti malam di daerah lain. Berselimut cita-cita dan harapan. Menjaga asa kemandiririan energi terbarukan bermodal hewan peliharaan.

Saksikan selengkapnya desa penghasil energi dari kotoran sapi dalam Potret Menembus Batas SCTV, Minggu (6/11/2016) di bawah ini.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya