Top 3: Kambing Gunungkidul Mati Misterius, Darahnya Kering

Ada dugaan kematian kambing-kambing Gunungkidul itu akibat serangan anjing liar.

oleh Yanuar HPanji PrayitnoOla Keda diperbarui 17 Okt 2016, 20:28 WIB
Ada dugaan kematian kambing-kambing Gunungkidul itu akibat serangan anjing liar.

Liputan6.com, Yogyakarta - Belasan kambing mati kehabisan darah selama sebulan terakhir di Desa Giripurwo, Purwosari, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Sang kepala desa sampai dibuat bingung makhluk apa yang menyerang kambing-kambing milik warganya hingga mati secara misterius.

Ada dugaan kematian kambing-kambing itu akibat serangan anjing liar.

Kematian misterius kambing Gunungkidul paling banyak menyita perhatian pembaca Liputan6.com, terutama di kanal Regional, Senin (17/10/2016).

Kabar lainnya yang tak kalah menarik mengenai warga Majalengka, Jawa Barat, yang panen bunga bangkai dan kondisi terkini 178 penumpang Dharma Kencana VIII yang tenggelam di Pulau Bidadari Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Berikut berita populer selengkapnya yang terangkum dalam Top 3 Regional:

1. Kambing-Kambing Gunungkidul Mati Misterius Kehabisan Darah

Sejumlah hewan kurban di kawasan Tanah Abang, Jakarta, Sabtu (3/9). Untuk harga Kambing dijual dengan harga Rp2,2-5,5 juta, sedangkan harga sapi Rp18-35 juta. (Liputan6.com/Yoppy Renato)

Warga Desa Giripurwo, Purwosari, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), geger akibat sejumlah kambing mati misterius. Hewan ternak itu mati karena kehabisan darah dalam sebulan terakhir.

Kepala Desa Giripurwo, Supriyadi mengatakan dalam sebulan ini, sudah terjadi tiga kali kambing mati dengan kondisi kehabisan darah.

"Ternak-ternak di kandang itu sudah luka-luka dan ada yang mati. Yang terakhir pagi tadi, ada delapan kambing. Dua tewas di tempat, satu lalu disembelih, dan sisanya luka pada bagian kuping dan wajah," kata Supriyadi saat dihubungi, Minggu, 16 Oktober 2016.

Supriyadi menjelaskan kambing yang disembelih itu awalnya masih hidup meski sudah sekarat. Setelah disembelih, ia menyadari jika darah di tubuh kambing itu tinggal sedikit.

"Kambing yang dimakan pada awal Oktober lalu itu sebelumnya ditaruh di rumah. Baru sehari ditaruh kandang langsung dimakan," kata Supriyadi.

Selengkapnya... 

2. Tanam Umbi-umbian, Warga Majalengka Malah Panen Bunga Bangkai

Bunga bangkai itu pertama kalinya tumbuh di pekarangan warga Majalengka. (Liputan6.com/Panji Prayitno)

Warga Desa Andir, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, dihebohkan dengan tumbuhnya bunga bangkai Amorphophallus titanum di pekarangan rumah.

Bunga yang berdiameter 50 cm dan tinggi 75 cm itu tumbuh di pekarangan rumah warga milik Uung Mahrudin. Pemilik rumah itu mengaku awalnya menanam umbi-umbian. Namun bukan umbi-umbian yang tumbuh, di tempat itu malah muncul bunga bangkai.

"Empat hari yang lalu tumbuhnya mas. Awalnya saya tidak peduli. Saya pikir tumbuhan asing, tapi lama kelamaan kok aroma bau busuknya menyengat. Setelah saya periksa ternyata bunga bangkai," ujar Uung, Sabtu (15/10/2016).

Menurut Uung, kemunculan Amorphophallus titanum itu yang pertama kali di lingkungan tempat tinggalnya. Apalagi, bunga itu tumbuh di pekarangan rumah.

Selengkapnya...

3. Kondisi Terkini 178 Penumpang Dharma Kencana Penabrak Karang

Bangkai kapal Dharma Kencana VIII belum ditemukan. (Liputan6.com/Ola Keda)

Setelah menggelar pencarian selama dua hari terhadap seluruh penumpang KMP Dharma Kencana VIII yang tenggelam setelah menabrak karang di Pulau Bidadari, Manggarai Barat, NTT pada Jumat, 14 Oktober 2016 lalu, tim gabungan Basarnas, TNI AL, kepolisian, dan syahbandar memastikan semua penumpang selamat.

"Setelah disesuaikan dengan data manifes, seluruh penumpang dipastikan selamat meski ada yang mengalami luka dan pingsan," ujar Kepala Basarnas NTT I Ketut Ardana kepada Liputan6.com, Senin (17/10/2016).

Ardana mengatakan, hingga kini bangkai kapal nahas itu belum ditemukan. Namun, 178 orang penumpang berhasil diselamatkan dengan rincian 142 penumpang dan 36 ABK. 

Selengkapnya...

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya