Menyoal Konten Negatif yang ada di Bigo Live

Sebenarnya apa yang membuat Bigo Live dikenal sebagai aplikasi yang kerap menampilkan konten negatif?

oleh Agustinus Mario Damar diperbarui 14 Okt 2016, 12:45 WIB
Aplikasi Bigo Live kini sudah bisa dipakai di platform Android dan iOS (sumber: bigo live)

Liputan6.com, Jakarta - Layanan live video streaming memang tengah menjamur di Indonesia. Sebut saja Bigo Live, Nono Live, dan yang sudah cukup lama hadir di CliponYu telah memiliki penonton setia di Tanah Air.

Namun di balik itu, layanan yang begitu digandrungi pengguna internet Indonesia, ternyata menyimpan masalah yang cukup meresahkan seperti Bigo Live. Salah satunya yang menarik perhatian dari layanan itu adalah wanita yang bertindak sebagai host acap kali terlalu vulgar.

Berdasarkan penelusuran tim Tekno Liputan6.com, Jumat (14/10/2016), memang tak sedikit akun di Bigo Live yang secara tak langsung menampilkan aksi berlebihan untuk menjaring penonton. Bahkan, beberapa dari aksi itu diunggah kembali di YouTube.

Kondisi ini membuat aplikasi Bigo Live menjadi salah satu aplikasi yang dianggap bermasalah untuk pengguna remaja. Padahal, menilik dari platform yang ditawarkan Bigo Live sendiri tak ubahnya Facebook Live atau Periscope dari Twitter.

Komentar miring mengenai aplikasi ini sering disuarakan netizen melalui kicauan di Twitter. Banyak di antaranya menyayangkan aplikasi ini masih ada dan Bigo Live dikenal sebagai aplikasi yang negatif.

Selain keberadaan konten yang dianggap negatif, ternyata aplikasi ini juga pernah terganjal masalah hak cipta. Ketika itu, ada host yang secara sengaja melakukan siaran langsung saat menonton film di sebuah bioskop di Indonesia. 

Lantas, apa sebenarnya yang membuat host Bigo Live berlomba-lomba untuk menarik perhatian penonton? Ternyata, Bigo menawarkan poin yang dapat ditukar dengan sejumlah uang bagi host.

Poin tersebut biasanya berasal dari virtual gift yang dikirimkan penonton saat siaran langsung. Karena itu, semakin banyak hadiah yang diterima, poin yang diperoleh host pun makin besar sehingga bisa ditukarkan dengan sejumlah uang.

Di samping itu, penonton sebenarnya tak bisa memberikan virtual gift secara cuma-cuma. Penonton harus membelinya terlebih dulu dengan harga mulai Rp 13.000 untuk dapat mulai menggunakannya.

Bigo Live sendiri ternyata juga menawarkan kontrak untuk beberapa host. Kontrak itu sistemnya dapat berubah dan berganti menjadi share pendapatan dari gift.

Tak hanya itu, ada juga bonus yang ditawarkan Bigo berdasarkan peringkat tertentu, misalnya peringkat share link, peringkat tingginya 'love', tingginya viewer, dan juga faktor lainnya.

(Dam/Cas)

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya