Getaran Alat Bantu Seks Dikira Bom, Penerbangan AirAsia Ditunda

Alat bantu hubungan seksual ini sempat dikira bom oleh beberapa penumpang. Regu penjinak bahan peledak pun dikerahkan.

oleh Andreas Gerry Tuwo diperbarui 30 Sep 2016, 15:47 WIB
Ilustrasi Pesawat AirAsia (Liputan6.com/Andri Wiranuari)

Liputan6.com, Bangkok - Kejadian mengejutkan menimpa penerbangan AirAsia di Thailand. Sebuah sex toy atau alat bantu seks menyebabkan satu penerbangan rute domestik ditunda.

Kejadian ini berawal dari getaran dan suara bising di sebuah tas hijau yang ada dalam pesawat. Ketakutan dan kepanikan pun muncul.

Banyak penumpang mengira, suara dan getaran di dalam pesawat itu adalah sebuah bom. Demi mencegah sesuatu yang buruk terjadi tas tersebut segera diberikan kepada tim penjinak bahan peledak yang ada di bandar udara Chiang Mai.

Setelah diperiksa, ternyata getaran dan suara bising berasal dari sebuah sex toy yang secara tak sengaja menyala dalam pesawat.

"Kami memang sempat merasa cukup takut karena ini bisa saja bom atau semacam alat peledak, tapi saat ahli datang dan mereka membuka tas ini memang cuma sebuah alat bantu seks," ujar seorang petugas bandara seperti dikutip dari Asia One, Jumat (30/9/2016).

Akibat kejadian tersebut penerbangan dari Bandara Chiang Mai sampai Don Mueang di Bangkok terlambat 5 menit. Tadinya pesawat itu rencananya berangkat pada pukul 08.25 namun baru bisa lepas landas pada 8.30.

Pihak AirAsia menyatakan saat ini alat bantu hubungan seksual itu tidak mereka sita. Sebab, sama sekali tak berbahaya bagi penerbangan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya