Warga Selfie Sambil Senyum Berlatar Korban Banjir Bandang Garut

Ada pula komunitas mobil mewah yang ribut menyalakan sirene saat memasuki lokasi korban banjir bandang Garut.

oleh Liputan6 diperbarui 25 Sep 2016, 13:03 WIB
Petugas saat menyisir reruntuhan bangunan rumah akibat banjir bandang di Kampung Bojong Sudika, Cimacan, Garut, Jumat (23/9). Hingga saat ini tercatat 23 warga yang hilang akibat kejadian banjir bandang yang menimpa Kota Garut. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Bandung - Badan SAR Nasional (Basarnas) mengimbau masyarakat jangan berswafoto alias selfie di lokasi bencana banjir bandang Kabupaten Garut, Jawa Barat, karena terkesan tidak menghargai warga yang sedang dilanda musibah.

"Harap diingatkan atau ditegur bagi masyarakat yang hanya selfie-selfie. Mari kita jaga perasaan korban yang terkena bencana," kata Humas dan Protokoler Basarnas Bandung, Joshua melalui siaran pers, dilansir Antara, Minggu (25/9/2016).

Ia menuturkan selama tanggap darurat bencana banjir bandang banyak warga berdatangan ke lokasi banjir. Warga tersebut, lanjut dia, terkesan menganggap korban bencana sebagai tempat wisata.

"Jangan kejadian musibah ini dijadikan wisata bencana," katanya.

Hal senada disampaikan Komandan Posko Penanggulangan Bencana Garut, Letkol Arm Setyo Hani Susanto. Menurut Setyo, selama tanggap darurat ada banyak masyarakat luar bahkan mengatasnamakan kelompok atau organisasi berfoto bersama dengan latar belakang daerah terdampak banjir.

"Foto-foto selfie dengan membawa 15 orang, background-nya ada kami (petugas) di lokasi bencana, itu menyakiti perasaan yang menjadi korban," kata Setyo.

Ia menambahkan masyarakat yang datang ke lokasi banjir itu sebagian hanya menonton, meski ada penyerahan bantuan langsung kepada korban. Namun setelah menyerahkan bantuan, kelompok orang tersebut berfoto bersama sambil berteriak-teriak.

"Foto-foto lalu teriak-teriak. Saya dokumentasikan itu. Saya sendiri saja (lokasi banjir) tidak mau memperlihatkan gigi saya (senyum)," kata Setyo juga menjabat sebagai Komandan Kodim 0611 Garut.

Beberapa lokasi banjir banyak warga secara perorangan maupun bergerombol mengatasnamakan organisasi atau unsur orang penting datang untuk melihat kondisi pascabanjir.

Seperti di lokasi banjir Kampung Cimacan, Kecamatan Tarogong Kidul, ada sekelompok perempuan datang untuk memberi bantuan kepada korban banjir. Setelah menyerahkan bantuan, mereka berfoto bersama dengan gaya ceria berikut latar belakangnya lokasi bencana banjir.

Selain itu, banyak juga komunitas kendaraan mobil mewah dengan jumlah banyak masuk ke titik lokasi banjir di Cimacan. Komunitas mobil mewah itu datang sambil menyalakan sirene ketika mau memasuki kawasan lokasi yang terkena dampak banjir.

Sementara itu, lokasi banjir di Cimacan banyak rumah yang rusak dan berlumpur. Petugas gabungan dan sukarelawan masih melakukan pembersihan dan membantu warga untuk membersihkan rumahnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya