Mata Rusak Akibat Nonton TV Terlalu Dekat, Mitos atau Fakta?

Orangtua kerap memberitahu pada anak-anaknya untuk tidak menonton televisi terlalu dekat, karena akan merusak mata.

oleh Meiristica Nurul diperbarui 22 Sep 2016, 10:00 WIB
Ilustrasi kulit wajah sehabis terkena sinar matahari. (via: vicare.vn)

Liputan6.com, Jakarta Orangtua kerap memberitahu pada anak-anaknya untuk tidak menonton televisi terlalu dekat, karena akan merusak mata. Atau memakai kacamata teman di sekolah juga jadi peringatan mereka.

Rupanya itu mitos yang umum beredar di masyarakat. Sebuah studi baru oleh Optegra Ilmu Mata, 2.000 orang menunjukkan bahwa lebih dari setengah dari mereka berpikir mitos tersebut benar.

Lebih dari 50 persen berpikir memakai kacamata orang lain akan menyakiti mata. Dan 47 persen percaya duduk terlalu dekat TV memiliki efek merugikan, dilansir laman Mirror, Kamis (22/9/2016).

"Meskipun belum ada bukti yang menunjukkan bahwa itu sesuatu yang pasti kebenarannya. Namun orang perlu menyadari apa yang dilakukan berdampak pada kesehatan mata yang akan menjadi masalah visi jangka panjang," terang Dr Clare O'Donnell, kepala Optegra Ilmu Mata dan dokter mata.

Berikut ini beberapa cara agar mata Anda tetap dalam kondisi yang baik:

1. Layar

Sekitar 61 persen dari responden penelitian mengaku menatap layar komputer dalam waktu lama tanpa istirahat. Itu bukan salah layarnya atau duduk dekatnya tetapi waktu yang dipakai terlalu panjang di depannya.

Menurut Dr O'Donnell, kita mengurangi jumlah kedipan ketika di depan layar, membuat mata kering dan rusak. "Sangat penting beristirahat secara teratur dari jarak yang dekat, dan ingat untuk berkedip."

2. Kebersihan

Penelitian menemukan bahwa proporsi yang signifikan dari kita adalah mata. Namun banyak yang tidak peduli.

Satu hal yang harus dilakukan bagi mereka yang mengenakan make up yaitu ingat untuk melepasnya sebelum tidur. Dan tidak berbagi produk dengan yang lain karena kontaminasi silang.

Sekitar 17 persen dari pemakai lensa kontak, Dr O'Donnell menjelaskan mereka kadang-kadang memakainya saat tidur. Dan lensa dipakai lebih lama dari waktu yang ditentukan.

"Kami memahami bahwa dengan gaya hidup yang sibuk, beberapa tidak peduli salah satunya kebersihan. Kita harus menghapus make up mata di malam hari, dan hindari menyentuh mata tanpa mencuci dan mengeringkan tangan," terang Dr O'Donnell.

3. Sinar Matahari

Sinar matahari yang terik bisa merusak mata, menurut Dr O'Donnell. Ternyata, 36 persen orang dalam studi ini menyadari kacamata bukan hanya sekedar untuk bergaya, tapi mampu melihat dengan baik di bawah sinar matahari dan juga untuk kesehatan.

Dr O'Donnell menjelaskan, "Kami tidak pernah meremehkan efek berbahaya dari matahari pada pandangan."

Gunakanlah kacamata hitam yang memenuhi standar yaitu yang ada UVA/UVB, itu penting.

4. Alkohol dan rokok

Dr O'Donnell menyebutkan bahwa gaya hidup yang tidak sehat dapat merusak mata, mungkin juga paru-paru, dan kulit. Sekitar 70 persen dokter percaya bahwa merokok merupakan penyebab utama dari masalah mata.

Minum alkohol berlebihan dan menjaga pola makan yang buruk juga akan berdampak negatif, menurut praktisi medis.

Konsumsi makanan seperti blueberry, sayuran, dan minyak ikan dapat membantu menjaga mata dalam kondisi yang baik.

"Selain berlatih gaya hidup sehat, penting untuk memastikan untuk menjalani tes mata secara teratur. Ini penting untuk mendeteksi tanda-tanda awal dari potensi masalah dan harus dihadiri setidaknya setiap dua tahun sekali," ujar spesialis mata.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya