Tragis, Putri Kandung Jadi Budak Seks Ayah Sendiri

Saking bejatnya, sang ayah memanggil putrinya sendiri sebagai 'istriku'

oleh Sulung Lahitani diperbarui 15 Sep 2016, 20:11 WIB
Saking bejatnya, sang ayah memanggil putrinya sendiri sebagai 'istriku'

Liputan6.com, Jakarta Seorang remaja perempuan menceritakan kengerian dan kepedihan yang ia rasakan setelah dibius dan diperkosa oleh ayahnya sendiri. Yang lebih mengerikan, sang ayah menyebut buah hatinya sendiri sebagai 'istri saya'.

Emma Burt (19) merasakan penderitaan bak berada di neraka selama dua tahun, dilecehkan oleh ayah kandungnya sendiri, Christopher Edwards (40). Sang ayah menyerang Emma saat tidur, memberinya obat berbahaya agar ia tak merasakan sakit, bahkan mengambil foto-foto tidak senonoh anaknya sendiri.

"Yang paling mengerikan, ia menyebutku sebagai istrinya. Ia tertawa-tawa melihatku kesakitan. Biadab!" tutur Emma sambil tersedu.

Emma yang berasal dari Wales, Britania Raya dibebaskan dari perlindungan polisi setelah sang ayah dipenjara 12 tahun karena pemerkosaan dan empat tuduhan aktivitas seksual dengan anaknya sendiri. Ia juga dikenakan tuduhan kepemilikan foto tidak senonoh dan mengambil foto tidak senonoh seorang anak, serta memberinya obat-obatan.

Emma mulai tinggal dengan ayahnya pada usia 15 tahun setelah kedua orangtuanya bercerai. Emma mulai dilecehkan oleh ayahnya beberapa bulan setelah mereka tinggal bersama. Menurut Emma, sang ayah mulai mengonsumsi narkoba untuk mengendalikan dirinya.

"Dia selalu menunggu aku tertidur karena obat yang dia berikan, baru dia memperkosaku. Waktu itu, aku tak mengerti soal obat yang dia berikan," ujar Emma.

dailymail
 

Dilansir dari Daily Mail, Kamis (15/09/2016), karena terlalu sering diberi obat, Emma menjadi ketergantungan. Ke manapun ia pergi, ia harus membawa obat yang diberikan ayahnya. Hal ini membuatnya tampak aneh dan dijauhi oleh orang-orang.

Emma pernah mencoba bunuh diri karena tidak tahan dengan penderitaan yang ia rasakan, namun ia gagal. Setelah itu, ia memutuskan untuk melakukan sesuatu. Emma pun mengaku pada keluarganya yang lain tentang kelakuan bejat ayahnya. Polisi bergerak cepat meringkus sang ayah.

Kini, Emma telah terbebas dari ketergantungan obat-obatan. Namun ia tak lagi memercayai laki-laki. Ia juga mengaku tak bisa lagi melihat dunia dengan cara yang sama.

"Jika ayah kandung bisa melakukan seperti itu, seseorang yang seharusnya paling Anda percaya, maka siapa pun bisa lebih bejat dari itu."

Emma berharap keputusannya tepat untuk berbagi kisah pilu dirinya. Ia ingin perempuan-perempuan lain yang mengalami hal yang sama dengannya mau membuka suara.

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya