5 Mitos tentang Nyeri Punggung

Nyeri punggung bawah adalah masalah yang paling sering dikeluhkan orang di seluruh dunia.

oleh Meiristica Nurul diperbarui 24 Agu 2016, 15:00 WIB
3 trik cegah nyeri punggung ala Esther Gokhale seorang ahli akupunktur di New York

Liputan6.com, Jakarta - Nyeri punggung bawah adalah masalah yang paling sering dikeluhkan orang di seluruh dunia. Namun, Dr Chris McCarthy, seorang fisioterapis di Machester Metropolitan University, mengatakan kebanyakan orang tidak mengelola rasa sakit dengan baik lantaran diberi nasihat yang salah.

McCarthy mengungkapkan beberapa kesalahpahaman yang paling umum, dilansir laman Dailymail, Rabu (24/8/2016). Banyak mitos tentang penyebab nyeri punggung dan apa yang harus dilakukan.

Berikut ini asumsi yang dibuat tentang nyeri punggung dan itu adalah salah, juga berbahaya.

1. Bergerak membuat sakit semakin parah

Jangan takut untuk memutarkan badan dengan lentur. Hal ini penting untuk menjaga gerakan. Otot yang sakit disebabkan kejang. Bersantailah, dan tetap bergerak sebanyak mungkin untuk meningkatkan kesehatan.

2. Hindari Olahraga

Sakit punggung tidak harus membuat Anda berhenti berolahraga atau kegiatan rutin. Penelitian telah menemukan melanjutkan kegiatan bisa membuat Anda cepat sembuh, termasuk latihan beban.

Semua latihan aman asalkan Anda secara bertahap membangun intensitas dan tidak kembali ke tingkat sebelumnya setelah episode nyeri akut.

3. Scan menunjukkan hasil

Ada korelasi yang buruk antara temuan scan dengan sumber nyeri. Kebanyakan orang dewasa tanpa nyeri punggung akan mengalami perubahan anatomi tulang belakang berkaitan dengan usia, dan itu bukan masalah.

Scan tulang belakang sangat terkait dengan rasa sakit atau ancaman serius bagi kesehatan, dan itu jarang terjadi. Kalau ada pun hanya satu persen.

4. Sakit = rusak

Ini merupakan asumsi. Penelitian baru telah mengubah pemikiran. Tingkat sakit memiliki sedikit hubungan dengan kerusakan tulang belakang, dan lebih terkait dengan interpretasi.

Pengaruh budaya, pekerjaan, stres, pengalaman masa lalu, dan durasi gejala berhubungan kuat dengan rasa sakit dari jumlah perubahan yang berkaitan dengan usia normal saat di scan.

5. Tas sekolah berat 

Tas sekolah yang berat itu aman. Tidak ada hubungannya dengan sakit punggung. Sakit punggung itu umum, sehingga sering dikaitkan dengan hal yang dilakukan sehari-hari seperti membungkuk, memutar, membawa yang berat-berat, dan olahraga, kerap disalahkan.

Mengalami nyeri tulang belakang adalah peristiwa normal dalam hidup. Untuk itu konsultasikan dengan seorang profesional untuk membimbing pemulihan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya