Ingin Dapat Masukan, Jokowi Kumpulkan Budayawan

Budayawan yang diundang Jokowi antara lain Butet Kertaradjasa, Arswendo Atmowiloto, Franz Magnis Suseno, dan Radhar Panca Dahana.

oleh Ahmad Romadoni diperbarui 23 Agu 2016, 17:48 WIB
Joko Widodo merupakan Presiden ke-7 Indonesia yang memenangi Pemilihan Presiden bersama wakilnya Jusuf Kalla pada 2014

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Jokowi mengumpulkan puluhan budayawan dari berbagai daerah di Galeri Nasional, Jakarta. Jokowi ingin mendengar langsung masukan terkait upaya pembangunan karakter melalui budaya.

Jokowi menyatakan, masyarakat terutama di kalangan budayawan memandang pemerintah saat ini hanya fokus pada pembangunan infrastruktur saja. Tapi kenyataannya, pemerintah juga tengah berupaya membangun karakter anak bangsa melalui budaya.

"Sehingga pada sore hari ini saya ingin mendapatkan masukan-masukan, mendapatkan input-input, agar pembangunan infrastruktur yang lunak, infrastruktur yang tidak keras itu, juga mulai bisa kita mulai yang ada," kata Jokowi di Galeri Nasional, Jakarta, Selasa (23/8/2016).

Pembangunan karakter melalui pendekatan budaya ini dapat membangun identitas, karakter, dan jati diri bangsa. Hanya, infrastruktur budaya saat ini belum bisa sepenuhnya memenuhi syarat untuk dapat diaplikasikan di tengah masyarakat.

"Saya tahu bahwa infrastruktur budaya yang ada di daerah di beberapa tempat yang saya lihat memang pada kondisi yang tidak memungkinkan untuk kita bisa berekspresi dengan baik," ujar Jokowi.

"Taman-taman budaya, yang saya lihat sudah ada di beberapa kota-kabupaten, tidak memberikan sebuah kontribusi yang kelihatan bagi pembangunan budaya kita," pungkas Jokowi.

Ada 29 budayawan yang hadir dalam acara ini, antara lain, Karlina Supeli, Edi Sedyawati, Sri Edi Swasono, Mohammad Sobary, Jim Supangkat, Ishak Ngeljaratan, Arswendo Atmowiloto, Franz Magnis Suseno, Susanto Mendut, Jean Couteau, Toety Herati, Al-Azhar, Tatang Ramadhan Bouqie, dan Edy Utama.

Selain itu, Teuku Kemal Fasya, Renny Jayusman, Garin Nugroho, Sys Ns, Djaduk Ferianto, Nasirun, Ahmad Tohari, Butet Kertaradjasa, Sardono Waluyo Kusumo, Ong Hari Wahyu, Acep Zamzam Noor, Radhar Panca Dahana, Sri Warso Wahono, Aisne Yanto, dan Mudji Sutrisno.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya