Jangan Terlalu Lama Mengenakan Baju Renang Basah

Tiga kondisi ini akan melanda area vagina wanita bila kelamaan mengenakan baju renang basah.

oleh Bella Jufita Putri diperbarui 11 Agu 2016, 18:30 WIB
Tiga kondisi ini akan melanda area vagina wanita bila kelamaan mengenakan baju renang basah.

Liputan6.com, Jakarta Usai renang, bersantai di tepi kolam renang tentunya menjadi hal yang mengasyikan. Namun tahukah Anda, terlalu lama mengenakan baju renang yang basah dapat menyebabkan masalah pada area vagina wanita.

"Jamur dan bakteri lebih mudah berkembang dalam kondisi lembab dan tempat gelap, seperti baju renang basah atau pakaian olahraga yang basah," kata asisten profesor klinis dan Obgyn di Mount Sinai School of Medicine, Alyssa Dweck, seperti dikutip dari laman Huffington Post, Kamis (11/8/2016).

Tak hanya itu, kondisi lain juga bisa terjadi saat mengenakan baju renang basah, seperti:

1. Menumpuknya bakteri

Baju renang yang basah dan lembab, rentan terpapar oleh bakteri yang berasal dari kolam renang atau laut. Hal tersebut mengurangi keseimbangan bakteri sehat pada vagina dan menyebabkan masuknya bakteri di dalam uretra sehingga menghasilkan penyakit kelamin seperti vaginitis atau infeksi saluran kemih (ISK).

Vagina akan mengalami keputihan, beraroma tidak sedap seperti bau busuk, gatal-gatal, bengkak, dan nyeri. Pada ISK, saat buang air kecil vagina terasa seperti terbakar, nyeri panggul, dan warna urin yang keruh.

2. Infeksi akibat jamur

Bakteri busuk pada pakaian renang yang basah dapat menyebabkan pertumbuhan jamur pada vagina. 

University Hospitals menyatakan, hal tersebut dapat menyebabkan beberapa gejala buruk seperti rasa terbakar, nyeri dan keputihan. Tanda paling khas dari infeksi jamur ialah rasa gatal ekstrem yang terjadi di dalam atau luar vagina.

3. Ruam dan gatal

Kontak antara pakaian renang yang basah dengan vagina akan membuat jamur menumpuk yang dikenal dengan dermatofit. Parahnya, jamur dermatofit dapat meradang dari paha hingga bokong.

American Academy of Family Physicians dan Mayo Clinic mengatakan, jamur ini akan menghasilkan permukaan kulit di area vagina mendadak merah, ruam dan terasa gatal.

"Ini sangat mirip dengan infeksi jamur pada vagina karena keduanya disebabkan oleh jamur, " kata Dweck.

Bahkan menurut Dweck, orang dengan kulit sensitif lebih mungkin mengalami iritasi kulit. U.S. National Library of Medicine menunjukkan, rasa gatal akan terjadi di lipatan paha, sekitar vagina, bahkan menghasilkan cairan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya