Tanpa Ronaldo, Madrid Takluk dari PSG

Ronaldo sudah dipastikan absen hingga usai laga Piala Super Eropa 2016.

oleh Ahmad Fawwaz Usman diperbarui 28 Jul 2016, 10:44 WIB
Aksi Alvaro Morata menghadapi Javier Pastore saat Real Madrid melawan Paris Saint-Germain pada laga International Champions Cup (ICC) 2016. (AFP)

Liputan6.com, Ohio - Laga perdana pramusim 2016 baru saja dijalani Real Madrid tanpa kehadiran Cristiano Ronaldo. Ironisnya, mereka menelan kekalahan 1-3 dari Paris Saint-Germain, Kamis (28/7/2016) pagi WIB di Ohio Stadium.

Ronaldo memang belum bisa bergabung dengan latihan pramusim Madrid. Selain karena mendapat jatah libur lebih, Ronaldo juga sedang berjuang untuk memulihkan cederanya. Itu adalah imbas dari perjuangan Ronaldo di Piala Eropa 2016.

Kala memperkuat Portugal pada laga final Piala Eropa 2016 melawan Prancis, Ronaldo didera cedera lutut. Butuh waktu yang tidak sebentar bagi Ronaldo untuk memulihkan cederanya. Bahkan, Ronaldo sampai membuat dokter pribadinya meski tengah menjalani liburan.

Tanpa Ronaldo, Zinedine Zidane pun mencoba beberapa variasi formasi. Ia pun menjajal inovasinya saat melakoni laga International Champions Cup (ICC) 2016 melawan PSG. Sayang, timnya justru menelan kekalahan 1-3.

Dalam laga itu, Zidane memang lebih banyak menurunkan para pemain mudanya. Lini depan Madrid dihuni Alvaro Morata, Jese Rodriguez, dan Lucas Vazquez. Untuk lini tengah, Zidane mempercayakan Mateo Kovacic, Isco, dan Casemiro. Formasi 4-3-3 tampaknya tetap menjadi pilihan Zidane.

Ironisnya, percobaan yang dilakukan Zidane di babak pertama justru membuahkan petaka. PSG memaksa kiper Kiko Casilla tiga kali memungut bola dari gawangnya sendiri. Tiga gol Les Parisiens dicetak Jonathan Ikone pada menit kedua dan Thomas Meunier (35, 40). Madrid hanya mampu mencetak satu gol balasan lewat penalti Marcelo di menit 44.

Para pemain Paris Saint-Germain saat merayakan gol Thomas Meunier ke gawang Real Madrid pada laga International Champions Cup (ICC) 2016. (AFP)


Di babak kedua, Zidane melakukan pergantian semua pemainnya. Sayang, strategi itu juga tak membuahkan hasil. Pasalnya, tak ada gol tambahan yang tercipta hingga peluit tanda berakhirnya laga dibunyikan. Kemenangan 3-1 dipastikan PSG yang kini dilatih Unai Emery.

Kalah di laga pertanda tentu menjadi indikasi buruk bagi Madrid. Pasalnya, waktu persiapan yang mereka miliki sebelum laga Piala Super Eropa 2016 melawan Sevilla di Lerkendal Stadion, 10 Agustus 2016, terbilang sempit. Setelah PSG, Madrid pun harus menjalani laga ICC 2016 melawan Chelsea dan Bayern Muenchen.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya