Kenapa Rambut Rontok Saat Kemoterapi?

Salah satu efek samping yang paling menyedihkan dari kemoterapi adalah rambut rontok (alopecia).

oleh Tassa Marita Fitradayanti diperbarui 12 Jul 2016, 18:00 WIB
Dengan menggunakan topi ajaib ini, risiko rambut rontok saat menjalani kemoterapi akan berkurang.

Liputan6.com, Jakarta Salah satu efek samping yang paling menyedihkan dari kemoterapi adalah rambut rontok (alopecia). Kebanyakan dari kita menganggap bahwa rambut adalah bagian dari penampilan dan cara masyarakat melihat kita saat keluar rumah.

Dilansir dari verywell, Selasa (12/7/2016), rambut yang rontok akibat kemoterapi, disebabkan karena obat kemoterapi dirancang untuk membunuh sel-sel yang tumbuh dengan pesat. Salah satu sel tersebut ialah folikel rambut kita, sehingga obat dalam kemoterapi juga mempengaruhinya.

Walaupun dengan obat-obatan yang sama, namun setiap orang memiliki respon yang berbeda. Ada yang rontok semua, rambut yang menipis, atau mungkin tidak mengalami kerontokan sama sekali.

Rambut yang rontok dimulai sekitar 10 sampai 14 hari setelah Anda memulai kemoterapi. Banyak orang yang terkejut bahwa kerontokan rambut tidak hanya terjadi di kepala, namun juga mempengaruhi alis, bulu mata, rambut tubuh, dan bahkan rambut kemaluan.

Rambut yang rontok biasanya tidak permanen, karena rambut akan tumbuh kembali sekitar empat sampai enam minggu setelah menyelesaikan kemoterapi. Namun rambut akan kembali muncul dengan warna atau tekstur yang berbeda dari sebelum melakukan kemoterapi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya