Lebaran, PKL Wajib Angkat Kaki dari Alun-Alun Merdeka Malang

PKL memenuhi Alun-alun Kota Malang sejak awal Ramadan yang membuat tampilan kota kumuh.

oleh Zainul Arifin diperbarui 06 Jul 2016, 11:04 WIB
Tugu Malang dikelilingi oleh taman berbunga yang sangat indah serta beberapa pohon Trembesi, Rabu (21/1/2015). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Malang - Selama Ramadan hingga jelang Lebaran 2016, pedagang kaki lima (PKL) memenuhi kawasan Alun-alun Merdeka Kota Malang, Jawa Timur. Wali Kota Malang M Anton meminta agar sejak H+1 Lebaran, yakni 7 Juli 2016, kawasan alun-alun itu bersih dari segala aktivitas PKL.

"Ini tidak baik dan tidak benar. Jangan karena alasan momentum Ramadan dan Lebaran, wajah kota menjadi kumuh, kotor dan tidak enak dipandang karena dipenuhi PKL. Harus ditertibkan segera," kata Anton usai memantau pengamanan Lebaran di Kota Malang, Selasa malam, 5 Juli 2016.

Sejak awal puasa Ramadan, PKL memenuhi kawasan Alun-alun Merdeka Kota Malang. Para pedagang itu mendirikan lapak di atas trotoar mulai dari Jalan Merdeka Utara, Jalan Merdeka Timur hingga di depan Pos Polisi Mitra di Jalan Merdeka Selatan.

Selain memerintahkan Satpol PP dan Dinas Perhubungan, Anton juga meminta bantuan kepolisian dan TNI untuk menertibkan PKL tersebut. "Karena kalau dibiarkan pasca-Lebaran ini, tidak menjamin bisa bersih sendiri. Ada kecenderungan mereka menetap dan bisa bertambah jumlahnya," ujar Anton.

Menurut dia, libur Lebaran akan banyak yang bertandang ke Kota Malang. Baik itu pengguna jalan untuk arus mudik dan balik Lebaran, maupun wisatawan untuk berlibur. Jika tak segera dibersihkan, menimbulkan pemandangan yang tidak baik bagi wajah kota serta berdampak pada kemacetan.

"Penertiban PKL ini juga terkait dengan kenyamanan pengguna jalan. Saya akan terus monitor kawasan alun-alun ini," ucap Anton.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya