Kapolri: Pelaku Bom Solo Terkait Jaringan Besar

Ke depan jajaran kepolisian akan lebih waspada dan meningkatkan pengamanan. Mulai dari mapolda hingga pos-pos kepolisian.

oleh Fajar Abrori diperbarui 05 Jul 2016, 12:54 WIB
Ke depan jajaran kepolisian akan lebih waspada dan meningkatkan pengamanan. Mulai dari mapolda hingga pos-pos kepolisian.

Liputan6.com, Solo - Bom bunuh diri meledak di Mapolresta Solo atau Surakarta, Jawa Tengah, pagi tadi sekitar pukul 07.30 WIB. Akibat bom tersebut, Brigadir Bambang terluka. Pelaku yang menggunakan sepeda motor ikut tewas bersama bom yang diledakkannya.

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan kemungkinan tindakan pelaku yang diduga berinisial N bukan aksi personal.

"Kemungkinan kalau aksi ini (terkait) jaringan besar, ini kecil kemungkinan aksi perorangan. Kita masih selidiki terkait jaringan teroris lain," ujar Badrodin dalam keterangan pers di Solo, Jawa Tengah, Selasa (5/7/2016).

Kendati, kata Badrodin, ada kemungkinan pelaku termotivasi kelompok teroris lain. "Bisa kemungkinan ada motivator, memberi bantuan. Itu kemungkinan karena kita masih penyelidikan."

Ke depan jajaran, Badrodin menegaskan, kepolisian akan lebih waspada dan meningkatkan pengamanan. Mulai dari mapolda hingga pos-pos kepolisian.

"Pengamanan sampai ke pos-pos ke depan," kata Kapolri.

Ledakan bunuh diri di Mapolresta Surakarta atau dikenal Solo menewaskan pelaku pengeboman dan melukai personel Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu, Brigadir Bambang.

Pelaku bom bunuh diri mengendarai sepeda motor bernomor polisi AD 6136 HP dan mengenakan baju warna abu-abu.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya