Dinihari, Pelabuhan Merak Mulai Lengang dari Pemudik

Kelima dermaga di Pelabuhan Merak memang dipadati kendaraan yang akan menyeberang, tapi tak sampai membeludak keluar areal pelabuhan.

oleh Yandhi Deslatama diperbarui 04 Jul 2016, 04:48 WIB
Suasana loket kendaraan pribadi dan truk di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Kamis (5/5/2016) dini hari. (Foto Drone: Humas PT ASDP Merak)

Liputan6.com, Cilegon - Memasuki H-2 Lebaran, arus mudik Senin dinihari di Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, terlihat ramai lancar. Pantauan Liputan6.com, kelima dermaga di Pelabuhan Merak memang dipadati kendaraan yang akan menyeberang, tapi tak sampai membeludak keluar areal pelabuhan.

Sedangkan di Jalan Cikuasa Atas, Desa Gerem, Kota Cilegon, yang sejak Jumat hingga Minggu siang kemarin menjadi lautan kendaraan, kini tampak lengang. Begitu pun loket bagi kendaraan roda dua maupun pejalan kaki, tampak lengang dan tak ada antrean yang panjang.

Selain itu, kemacetan panjang yang terjadi selama tiga hari lalu membuktikan kalau jalur alternatif pemudik yang akan menyeberang dari Pulau Jawa menuju Pulau Sumatera melalui Pelabuhan Tanjung Priok tak berpengaruh besar terhadap Pelabuhan Merak.

"Enggak terlalu banyak, paling 10-15 persen. Realisasinya (perjalanannya) lebih lama, enggak apa-apa asal selamat saja," kata Menteri Perhubungan Ignatius Jonan usai meninjau Pelabuhan Merak, Minggu, 3 Juli 2016.

Meski begitu, pihaknya mengklaim bahwa jika Pelabuhan Tanjung Priok tak menjadi jalur alternatif pelayaran menuju Pulau Sumatera, maka akan terjadi antrean kendaraan yang lebih parah di Pelabuhan Merak.

"Sangat membantu, karena jadi ada yang lewat Priok ke Bakauheni, kan," ucap Jonan.

Pada 22 Juni 2016, Jonan meresmikan beroperasinya jalur penyeberangan rute Pelabuhan Tanjung Priok-Pelabuhan Panjang dengan harapan bisa mengurangi beban pemudik di Pelabuhan Merak.

Berdasarkan data terbaru dari PT ASDP Ferry Indonesia Cabang Merak, sejak 24 Juni hingga 3 Juli 2016, sebanyak 562 ribu penumpang telah diseberangkan dari Pulau Jawa menuju Pulau Sumatera, sedangkan untuk kendaraan roda dua terdapat sebanyak 48.580 untuk kendaraan roda empat berjumlah 53.631, bus sebanyak 3.554, truk sebanyak 17.332, dan kendaraan roda empat atau lebih berjumlah 74.517.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya