Asa Kusir Delman Raup Untung di Monas Saat Lebaran

Ahok melarang angkutan tradisional delman yang biasa digunakan sebagai angkutan wisata beroperasi lapangan Monas.

oleh Putu Merta Surya Putra diperbarui 26 Jun 2016, 12:16 WIB
Sebuah delman main kucing-kucingan dengan petugas car free day di Bundaran HI. (Liputan6.com/Gempur M Surya)

Liputan6.com, Jakarta - Selain aktivitas berolahraga, ada yang menarik saat Car Free Day (CFD) di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (26/6/2016). Sebuah delman main kucing-kucingan dengan petugas.

Sang kusir, Nana (30) mengaku dirinya tak boleh beroperasi di CFD. "Ini enggak boleh beroperasi sama petugas. Ya sudah saya menepi saja," ucap Nana di lokasi.

Pria asal Kemanggisan, Jakarta Barat itu mengaku, harus menarik delmannya, lantaran sudah tak boleh beroperasi di Monas, Jakarta Pusat.

"Jadi saya memang dulu di Monas. Sekarang kucing-kucingan di CFD sama petugas. Lumayan tadi dapat Rp 50 ribu," tutur Nana.

Meski begitu, dia berharap Pemprov DKI mau buka mata untuk mengizinkan delman beroperasi di Monas selama liburan lebaran.

"Pengin bangetlah di Monas pas Lebaran. Saya minta mereka buka mata, lihat kami. Kami enggak nyuri, nyolong. Penghasilan cuma dari narik delman ini," kata Nana.

Dia pun mengkungkapkan, saat liburan lebaran, sehari bisa mendapatkan kurang lebih Rp 300 ribu. "Ya sehari bisa Rp 300 ribu. Sekarang boro-boro. Mau kasih makan apa istri saya," tutur Nana.

Kini sehari-harinya Nana hanya menarik delman di kampung-kampung daerah Tomang, Jakarta Barat. "Kayak odong-odong saja. Tarifnya Rp 2.000 per anak. Dapat Rp 50 ribu sehari saja enggak sampai sekarang," tandas Nana.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok melarang angkutan tradisional delman yang biasa digunakan sebagai angkutan wisata beroperasi lapangan Monumen Nasional (Monas). Keputusan tersebut dikeluarkan menyusul hasil pemeriksaan laboratorium terhadap kuda di Monas menunjukkan positif mengandung parasit yakni telur cacing strongyloides sp.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya