Gerakan Baju Berkantong Mahasiswi RI Pecah Rekor di Melbourne

Kurangnya baju berkantong untuk wanita menjadi ide Pocket Changemembuat pop up shop busana berkantong di Melbourne.

oleh Novi Nadya diperbarui 13 Jun 2016, 17:00 WIB
Kurangnya baju berkantong untuk wanita menjadi ide Pocket Change untuk membuat pop up shop busana berkantong di Melbourne.

Liputan6.com, Jakarta Kita pasti sering melihat wanita membawa pouch atau tas kecil untuk membawa perlengkapannya. Salah satu penyebab tak bisa lepas dari tas adalah kurangnya pakaian berkantong bagi wanita.

Berawal dari masalah tersebut, mahasiswi Indonesia Fiyona Alidjurnawan bersama ketiga temannya Rosie Downie, Eleanour Toulmin dan Sarah Agboola dari Melbourne University membuat proyek Pocket Change.

Pocket Change melakukan riset pada 450 wanita di Melbourne. Mereka pun mendapatkan hasil riset lebih dari 75 persen wanita menginginkan kantong pada pakaian.

Pocket Change dibuat keempat mahasiswi jurusan Master of Entrepreneurship tersebut sebagai salah satu tugas dari mata
kuliah Garage Project. Disebut Garage Project karena banyak startup di Melbourne yang berawal dari garasi.

Fiyona dan tiga temannya diminta untuk mendirikan bisnis dengan modal 1.000 Dolar Australia dari universitas. Di mana mereka diharuskan untuk balik modal atau bahkan meraup untung.

Suasana Pop Up Shop Pocket Change

Pocket Change pun membuat pop up shop bersama 20 desainer Australia dan Indonesia pada akhir Mei lalu di Melbourne. Sebanyak 200 baju berkantong berhasil dikumpulkan dan dijual di pop up shop.

Tak disangka, pengunjung antusias memilih baju berkantong sesuai dengan kebutuhan mereka. Sebab bagi wanita bekerja, mereka mengaku memerlukan kantong untuk kenyamanan saat memerlukan tempat untuk menaruh ponsel, kartu, dan dompet kecil.

"Tujuan kami adalah untuk mendirikan sebuah platform dimana wanita modern zaman sekarang dapat menemukan baju yang tidak hanya fashionable tapi juga fungsional," ujar Fiyona Alidjurnawan.

CEO Virgin Australia Melbourne Fashion Festival Laura Anderson

Untuk setiap baju yang terjual, Pocket Change mendapatkan 10% komisi yang ditujukan untuk beasiswa bagi perempuan yang belajar master of Entrepreneurship di Melbourne University.

Dari semua tim di Master of Entrepreneurship hanya tim Pocket Change yang berhasil mengumpulkan 5.000 Dolar Australia atau sekitar Rp 50 juta sekaligus mencetak rekor.

Dalam launch party pop up shop Pocket Change, sekitar 150 orang tamu dan undangan berkumpul untuk satu tujuan. Yaitu merayakan kantong pada pakaian wanita dan juga female empowerment. Sebab fashion zaman sekarang sering melupakan baju yang dipakai sehari-hari tidak hanya terlihat bagus tetapi juga fungsional untuk aktivitas sehari-hari.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya