Tips Jadi Generasi Milenial yang Jujur dan Lebih Sabar

Melalui program magang, generasi milenial bisa belajar untuk lebih jujur dan sabar dalam proses karir.

oleh Firman Fernando Silaban diperbarui 16 Mei 2016, 18:30 WIB
Melalui program magang, generasi milenial bisa belajar untuk lebih jujur dan sabar dalam proses karir.

Liputan6.com, Jakarta Bagi Anda yang sudah kuliah di semester akhir, pengetahuan tentang dunia kerja akan membantu karir setelah lulus. Untuk mendapatkan pengalaman tersebut, salah satu cara yang bisa dipilih adalah dengan mengikuti program magang.

Terlebih lagi, calon pekerja saat ini didominasi oleh generasi milenial dengan budaya kerja yang berbeda secara signifikan dari sebelumnya. Menurut ragam sumber, generasi milenial menjadi bahan perbincangan karena hampir sebagian besar calon pekerja datang dari kelompok ini yang cenderung tidak betah untuk kerja di kantor dengan etos kerja lama.

Menghadapi fenomena ini, konsultan komunikasi Maverick membuka kesempatan kepada mahasiswa tingkat akhir untuk merasakan pengalaman magang. Selain itu, program tersebut juga menghadirkan para petinggi perusahaan dari golongan non-milenials untuk saling bertukar pilihan akan apa tanggapan mereka dengan generasi milenial.

Dalam acara open house dan talkshow yang dihadiri Liputan6.com di kantor Maverick, Jakarta pada Sabtu (14/5/2016) lalu, Recruit mengundang Editor in Chief Femina, Petty Fatimah dan Digital Marketing Lead Microsoft Indonesia, Sharon Isabella. Membuka seminar tentang apa yang diinginkan perusaahan non milenials terhadap generasi milenal tersebut dibuka oleh Co-Founder Maverick, Lita Soenardi.

Co-Founder Maverick, Lita Soenardi memandu sesi tanya jawab bersama Petty S. Fatimah, Editor-in-Chief Majalah Femina dan Sharon Issabella, Digital Marketing Lead Microsoft Indonesia

Dalam seminar tersebut, Petty mempresentasikan tentang pengalamannya berhadapan dengan karyawan dari generasi milenial. Ia mengatakan bahwa untuk bisa berkarir, generasi milenial harus lebih sabar.

"Salah satu saran saya kepada generasi milenial harus lebih bersabar dalam menghadapi proses yang berkaitan dengan waktu," ujar Petty dalam sesi tanya jawab.

"Tak mungkin sebuah perusahaan bisa mengabulkan seseorang yang baru bekerja dalam kurun waktu satu tahun lalu mengangkat posisinya," ujar Petty.

Editor-in-Chief Majalah Femina, Petty Siti Fatimah membagikan tips untuk menarik perhatian calon employer untuk para mahasiswa

Selain itu, Petty menambahkan bahwa penting untuk melakukan personal branding dan belajar menyampaikan pendapat dengan etika yang baik. Hal tersebut berkaitan dengan etos kerja. Ia menyadari bahwa saat ini teknologi dan media sosial telah memberikan pengaruh besar dalam budaya kerja generasi milenial.

Namun, untuk berkarir harus lebih bijak dan holistik menyikapi perkembangan tersebut dan dalam membuat statement point.

"Gunakan media sosial dengan lebih bijak lagi," ujar Petty.

Sedangkan, Sharon yang kini berkarir di perusahaan teknologi mengatakan bahwa dalam membuat curriculum vitae (CV) harus penuh kejujuran. Hal tersebut dikarenakan pihak perusahaan kini bisa melacak identitas dan citra yang ditunjukkan lewat media sosial.

"Tak sulit untuk menemukan siapa Anda dengan bantuan internet, sehingga buatlah CV Anda dengan jujur," ujar Sharon.

Sharon Isabella, Igital Marketing Lead Microsoft Indonesia menjelaskan pentingnya membangun pribadi dan karakter yang baik di jejaring sosial

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya