Aktivitas Corat-coret Ini Melatih Kekuatan Otak Anak dan Dewasa

Membuat sebuah coretan merupakan cara untuk mengurangi rasa jenuh di tengah aktivitas, namun coretan ini mampu latih kekuatan otak

oleh Bella Jufita Putri diperbarui 19 Apr 2016, 08:30 WIB
Dengan dua pena berbeda dan gerakan gambar secara bersamaan, mampu latih kemampuan otak manusia pada semua usia

Liputan6.com, Jakarta Kebiasaan yang dilakukan setiap individu sejak kecil biasanya tanpa disadari terbawa hingga dewasa, seperti mencorat-coret sebuah kertas dengan gambar atau tulisan yang juga dilakukan oleh Anda saat sedang melamun atau saat sedang merasa bosan. Ternyata ada manfaat di balik coretan Anda.

Melansir laman Bright Side, Selasa (19/4/2016) kebiasaan mencorat-coret yang disebut dengan doodle art ini bukan hanya sebagai cara mengurangi rasa kebosanan, namun juga menjadi latihan yang baik dan tepat untuk otot-otot kreatif atau otak manusia, bila dilakukan dengan dua tangan dan dua pena yang berbeda. Double doodling atau seni menggambar dengan kedua tangan berlawanan di waktu yang sama memberikan manfaat untuk mengembangkan stimulus otak manusia, dan praktik ini baik untuk anak juga semua usia.

Alat yang Anda butuhkan hanyalah satu lembar kertas, isolasi, dua pulpen atau spidol berwarna. Isolasi digunakan untuk merekatkan kertas pada meja atau lantai agar saat menggambar kertas tidak bergerak ke berbagai arah dan memudahkan praktik ini.

Untuk mempraktikkan double doodling ini pada dasarnya harus menggunakan kedua tangan pada saat yang bersamaan, di mana seperti menciptakan simetris atau cermin gambar. Peganglah pulpen atau spidol di kedua tangan dengan posisi kiri dan kanan dan memulai menggambar dengan gerak yang sama hanya berbada sisinya - jika tangan kiri mengarah pada posisi tengah kertas begitu pun dengan tangan kanan harus menuju posisi yang sama.

Foto dok. Liputan6.com
 
Foto dok. Liputan6.com

Membiasakan anak sedari kecil untuk melakukan praktik ini menjadi aktivitas yang cukup menyenangkan. Apalagi ketika anak melakukan double doodling ini mereka dilatih menggunakan kedua otak secara simultan sehingga kekuatan otak akan tetap terjaga dengan baik hingga dewasa. 

Foto dok. Liputan6.com

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya