Di Kota Ini Siswa Hafal Alquran Bebas Pilih Sekolah Favoritnya

Penghafal Al Quran termasuk golongan yang berintelektual tinggi. Tapi jika tidak dibimbing bisa menjadi pribadi yang negatif.

oleh Liputan6 diperbarui 16 Apr 2016, 15:33 WIB
Konservator, Marie Sviergula memperlihatkan penggalan naskah Al-Quran tertua di dunia di Universitas Birmingham, Inggris, Rabu (22/7/2015). Penanggalan radiokarbon menunjukkan manuskrip itu berusia setidaknya 1.370 tahun. (REUTERS/Peter Nicholls)

Liputan6.com, Padang - Wali Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah mengatakan, siswa penghafal Alquran dapat bebas memilih sekolah sesuai keinginannya.

"Siswa yang mampu hafal 1 juz, 3 juz dan 5 juz Al Quran dapat masuk ke sekolah manapun sesuai jenjang kelanjutannya," kata Mahyeldi sebagaimana dikutip dari Antara di Padang, Sabtu (16/4/2016).

Siswa SD yang hafal 1 Juz akan dibebaskan memilih masuk SMP mana pun yang ada di Padang. Sedangkan siswa SMP yang hafal 3 Juz diberi kebebasan memilih SMA tempatnya belajar.

Kemudian siswa SMA yang hafal 5 Juz diberi kesempatan masuk secara khusus ke Universitas Andalas dan Universitas Negeri Padang (UNP).

"Saya yakin dan percaya, siapapun itu bagi mereka penghafal Alquran, saya yakin memiliki tingkat kepintaran dan kecerdasan di atas rata-rata, sehingga tidak akan ada kerugian bagi sekolah penerimanya," ujar dia.


Untuk itu, dia mengapresiasi bagi sekolah atau perguruan tinggi di Padang yang telah menggalakkan program hafal Alquran bagi siswa atau mahasiswa.

Mahyeldi juga menganjurkan sekolah lainnya meniru SMA 2 Padang, yang telah melakukan peningkatan kualitas sumber daya manusianya.

Rektor Universitas Andalas Padang, Tafdil Husni mengatakan, penghafal Alquran termasuk golongan yang berintelektual tinggi.

Terbukti, saat lomba Musabaqah Tilawatil Quran, hafidz mahasiswa di Unand sebagian besar berasal dari fakultas yang favorit seperti Kedokteran, Teknik, dan MIPA.

"Kebetulan di Unand itu jurusan favorit. Disamping itu secara akademik, sebagian besar memiliki prestasi yang tidak kalah baiknya," kata Tafdil.

Sementara itu salah satu Ulama di Padang, Yaswirman menyebutkan penghafal Alquran perlu diapresiasi dan bakat tersebut harus disalurkan pada hal yang positif.

"Sebab ada juga santri yang hafal Alquran namun pada perkembangannya menjadi pribadi yang negatif," ujar Yasmirwan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya