Engsel Kursi Bermasalah, 2.700 Tesla Model X Ditarik

Tesla Motors justru membuat pengumuman recall terhadap 2.700 unit Model X di Amerika Serikat.

oleh Gesit Prayogi diperbarui 13 Apr 2016, 16:16 WIB
Tesla Model X Signature Series (Foto: Worldcarfans).

Liputan6.com, California - Di tengah respons tinggi terhadap Model 3, Tesla Motors justru membuat pengumuman recall terhadap 2.700 unit Model X di Amerika Serikat. Program ini dilakukan untuk menangani masalah pada engsel kursi baris kedua.

Sepintas, masalah terlihat sepele. Tapi menurut Tesla, engsel yang tak segera diperbaiki dapat mengakibatkan penumpang di baris kedua mengalami luka berat ketika kecelakaan. Sebab, masalah ini meningkatkan sandaran kursi terjatuh ke depan.

Dalam keterangannya, sebagaimana dilansir dari Reuters, pabrikan berbasis di Silincon Valley itu harus menarik Model X pasca hasil tes di Uni Eropa. Padahal dalam 15 rangkaian tes di Amerika Serikat (AS) tidak ditemukan masalah pada engsel kursi baris kedua. Meskipun, Tesla mengakui, pengujian yang dilakukan di Uni Eropa lebih ketat ketimbang AS.

Sementara itu, kampanye penarikan ini hanya berlaku di AS. Sebab, Tesla sejauh ini belum memasarkan crossover listrik itu ke Eropa.

Laiknya, kampanye recall, Tesla akan menghubungi pemilik mobil untuk membawa Model X ke bengkel. Proses perbaikan hanya memakan waktu dua jam. President of Sales and Service Tesla Motors Jon McNeil mengatakan proses perbaikan memakan waktu lima minggu.

Sementara itu, pemasok komponen engsel pintu ini, Futuris bertanggungjawab menyediakan komponen pengganti.

Riwayat recall Tesla

Sebelum ini, Tesla pada November tahun lalu melakukan penarikan terhadap 90 ribu unit Model S karena ditemukan masalah pada seat bealt. Sementara pada 2014,  perusahaan besutan Ellon Musk itu menarik 29.222 unit untuk menangani masalah sistem pengisian baterai.

McNeil mengakui, Tesla mendapat tantangan harus memenuhi permintaan konsumen. Terlebih Model X berfitur pintu `elang,` panoramic windshiled, dan moveable seat yang butuh akurasi tinggi.  

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya