Potret Menembus Batas: Demam Seni Beladiri Campuran

Pencak silat tidak hanya untuk bela diri, tapi juga untuk memupuk percaya diri.

oleh Liputan6 diperbarui 11 Apr 2016, 02:17 WIB
Pencak silat tidak hanya untuk bela diri, tapi juga untuk memupuk percaya diri.

Liputan6.com, Jakarta - Hidup adalah bertarung. Menjadi bagian yang paling dipegang Fransino Tirta, juara dunia Mix Martial Art (MMA) atau seni beladiri bebas asal Indonesia.

Fransino menjuarai kompetisi one fighting championship 2 tahun lalu di Jakarta, menorehkan prestasi 16 kali, tak pernah kalah sepanjang karier.

Kemampuan bertarung dengan berbagai aliran bela diri brazilian dan japaneze jiujitzu, tinju, gulat dan muaythay, jalan menjadi petarung sejati.

The pitbull, sebutan bagi dirinya yang tak pernah melepaskan lawan ketika bertarung.

Menjadi jawara mengharuskan petarung menguasai teknik menaklukan dari atas sekaligus di bawah.

"Kuncian-kuncian MMA. Bagaimana MMA memaksimalkan manusia untuk menggunakan apa yang ada di badannya untuk beladiri," kata Fransino.

Tidak sembarang orang bisa menjadi petarung MMA, dibutuhkan fisik yang prima, keahlian teknik beladiri tertentu dan keberanian yang tinggi.

Menjadi yang pertama, juara MMA asal Indonesia bukan hal mudah. Fransino merasa punya kewajiban menelurkan penerusnya. Indonesia harus punya nama.

Pencak silat lekat dengan masyarakat Sunda. Dan sejak dini anak-anak telah dipersiapkan memasuki dunia pencak silat.

Tidak hanya untuk bela diri, tapi juga untuk memupuk percaya diri. Di sini, pendekar-pendekar muda mencoba memadukan seni bela diri dengan koreografi, untuk memunculkan keindahan dari bela diri yang identik dengan kekerasan.

"Ingin membuat pencak silat yang kaku menjadi lebih indah dengan aksi theatrical," ujar Fransino.

Pendekar-pendekar dunia berkumpul unjuk kebolehan dalam Festival Seni Bela Diri Internasional dari enam negara.

Pencak silat Panglipur Galih, asuhan Cecep Arif Rahman, tampil dengan memadukan lima aliran di Jawa Barat, Cimande, Sabandar, Cikalong, Sera dan Betawi.

Jepang dengan karate, seni bela diri tertua di Jepang yang berasal dari Pulau Ryukyu, menekankan pada teknik bertanding dengan tangan kosong.

India membawa bela diri Kalaripayattu. Salah satu seni bela diri tertua di dunia ini mengutamakan energi tenaga dalam dan diilhami pergerakan hewan.

Capoeira, seni bela diri tradisional Brasil, memadukan musik dalam pertarungan nya. Bertitik berat pada tendangan, capoeira lebih terlihat seperti tari-tarian.

China membawa kungfu shaolin, seni bela diri yang memiliki makna, sesuatu yang diperoleh dalam jangka waktu lama dan dengan ketekunan yang tinggi.

Filosofi kungfu shaolin menekankan pada harmonisasi lahir dan batin dan mengubah energi menjadi kekuatan.

Korea Selatan dengan taekwondo, menggabungkan teknik perkelahian, bela diri, olahraga, olah tubuh, hiburan dan filsafat. Taekwondo menekankan pada pukulan, tendangan dan pertahanan dengan tangan.

Saksikan selengkapnya Festival Seni Bela Diri Internasional dari 6 negara dalam tayangan Potret Menembus Batas SCTV, Minggu (10/34/2016), di bawah ini.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya