Jadi Ajang Eksploitasi Anak, Ahok Pertimbangkan Hapus 3 in 1

Ahok mengatakan, Pemprov DKI akan melakukan kajian terlebih dulu sebelum menghapus kebijakan 3 in 1.

oleh Delvira HutabaratDiterbitkan 28 Maret 2016, 12:11 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. (Facebook Ahok)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menemukan banyak anak yang dieksploitasi menjadi joki 3 in 1. Hal ini membuat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) geram. Sebab, tidak jarang anak-anak ini diberi obat tidur agar tidak rewel.

Oleh karena itu, Ahok berencana menghapus kebijakan tersebut. "Saya lagi pertimbangkan, mengkaji 3 in 1 mau dihapuskan," ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Senin (28/3/2016).

Baca Juga

  • Ahok Bangun Asrama untuk Tampung Pengemis Anak
  • Ahok: Ada Oknum Dinsos Diduga Terima Setoran dari Pengemis
  • Pria yang Mengaku Ayah Artis Ditemukan Petugas Saat Mengemis

Mantan Bupati Belitung Timur itu mengaku sudah mengetahui modus eksploitasi anak. Sekarang ini, anak tidak hanya dieksploitasi untuk mengemis atau berjualan. Mereka juga dibawa untuk menjadi joki 3 in 1.

"Sebenarnya enggak perlu ada 3 in 1 juga. Kalau pada bawa-bawa bayi begitu, dikasih obat bayinya biar enggak mengganggu yang bawa mobil. Ini kan enggak benar," ucap Ahok.

Dia mengatakan, kebijakan 3 in 1 tidak dapat serta merta dihapus. Oleh karena itu, Pemprov DKI akan melakukan kajian terlebih dahulu.

Namun, apabila program Electronic Road Pricing (ERP) sudah terlaksana, 3 in 1 pasti dihapus. "Kita pertimbangkan, nanti ada ERP, 3 in 1 harus disetop. Makanya saya kaji lagi," kata Ahok.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya